Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Diingatkan Dinsos Jabar, Pengungsi Gempa Cianjur Jangan Timbun Bantuan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 07 Desember 2022, 11:31 WIB
Diingatkan Dinsos Jabar, Pengungsi Gempa Cianjur Jangan Timbun Bantuan
Tenda pengungsi korban gempa Cianjur/Net
Urusan pengungsi memang bukan perkara yang sederhana. Salah satu permasalahan yang pelik adaah soal bantuan. Di mana masih terdapat warga yang mengau belum mendapat bantuan ketika ada pejabat datang ke tempat mereka, padahal mereka sudah mendapat bantuan dari pihak lain.

Begitu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Jawa Barat (Dinsos Jabar), Dodo Suhendar, dalam acara diskusi “Jabar Gaspol Tanggap Bencana, Cianjur Pulih,” di Hotel Citarum, Bandung, Selasa (6/12).

“Karena melimpah, ada juga istri RW yang menimbun bantuan, ini dinamika,” kata Dodo, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Tak hanya itu, lanjut Dodo, ada juga sebagian masyarakat yang menolak tenda pengungsian dilokalisir. Menurutnya, mereka lebih memilih mendirikan tenda mandiri di sawah atau kebun.

"Mereka juga menolak diberi bantuan,” ujar Dodo.

Temuan lainnya yang sampai ke Dinsos Jabar adalah adanya 450 pengungsi dari daerah terdampak yang eksodus ke daerah tidak terdampak. Hal itu dilakukan pengungsi dari wilayah Cugenang ke Jamali.

“Ketika mereka eksodus kita bantu mereka, tapi warga di sana ada yang ikut mendirikan tenda dan jadi pengungsi, yang mampu pura-pura miskin untuk mendapat bantuan,” beber Dodo.

Oleh karena itu, pihaknya kini sudah menerjunkan tim layanan psikososial untuk mengurangi trauma para pengungsi. Kemudian, Dodo meminta bantuan yang berlimpah tidak dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menimbun.

“Jangan ada yang menimbun, ini akan membuat informasi soal bantuan tidak merata muncul, kemarin sempat muncul juga fenomena warga mencegat bantuan,” tuturnya.

Ditambakan Dodo, manajemen logistik kebencanaan harus dikelola dengan baik dan tertata. Pasalnya, logistik masuk dari banyak pintu, namun pintu keluarnya juga banyak.

“Untung ada platform digital Pisodapur atau Pusat Informasi dan Koordinasi Gempa Cianjur yang dibuat DIskominfo,” jelasnya.

Pisodapur, imbuhnya, dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan logistik warga secara masif dan terukur. Data terakhir mencatat saat ini ada 114.683 warga mengungsi, sementara 42.033 rumah tercatat mengalami kerusakan.

Kendati demikian, Dodo mengklaim kondisi pengungsi korban gempa bumi Cianjur mulai tertata dengan baik. Terlebih saat ini sudah ada 14 dapur umum di 14 kecamatan yang terdampak gempa. Satu dapur umum bisa memasok 70.000 nasi bungkus per hari untuk pengungsi.

Menurut Dodo, kerja sosial makin ringan karena anggota Tagana dari berbagai wilayah di Indonesia sudah turun ke Cianjur sejak dua pekan lalu. Pasokan makanan juga disebutnya berlimpah.

“NTB itu kirim ayam taliwang, Sumatera Barat kirim 3 ton rendang, itu semua buat warga,” tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA