Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Enggan Komentari "Gangguan" Safari, Anies Baswedan Bersyukur Disambut Hangat Masyarakat Aceh

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 03 Desember 2022, 03:26 WIB
Enggan Komentari
Anies Baswedan bersama Wali Nanggroe Aceh di Meuligoe Wali/RMOLAceh
Tidak banyak komentar yang disampaikan bakal calon presiden yang diusung Partai Nasdem, Anies Baswedan soal aksi penolakannya dan pencabutan izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin yang akan dijadikan tempat safari politik.

Anies hanya menyampaikan, ada rasa syukur bahwa kehadirannya di Tanah Rencong mendapatkan antusias yang luar biasa dari masyarakat Aceh. Hal itupun terbukti dari sejak tiba di Bandara SIM hingga ke Kantor DPW Nasdem Aceh sore tadi.

"Kami malah merasa bersyukur hari ini semua itu berjalan sesuai rencana dan kehangatan itu terasa sekali," kata Anies di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Jumat (2/12).

Menurut Anies kehangatan masyarakat Aceh dalam menyambut tamu bukan hanya kali ini saja, melainkan juga bagian dari adat istiadat orang Aceh untuk memuliakan tamu dan itu sudah berlangsung lama.

"Hangatnya masyarakat Aceh ini bukan sesuatu yang baru, ini sudah terasa ratusan tahun. Menjamu dan menghormati tamu lintas bangsa nusantara dan sudah tersohor," ujar Anies seperti dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Pencabutan izin lokasi pelaksanaan jalan santai di Taman Ratu Safiatuddin oleh Disbudpar Aceh rupanya tak menyurutkan animo masyarakat untuk menyambut kedatangan bekas gubernur DKI Jakarta itu.

Sejak tiba di Bandara SIM, Blangbintang, Aceh Besar, hingga salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) ribuan masyarakat Aceh tumpah ruah menyambut Anies. Mereka turut melantunkan shalawat badar dan tak sedikit meminta foto.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Aceh, Teuku Taufiqulhadi, mengatakan kegiatan silahturahmi dan jalan santai bersama Anies Baswedan, tetap berjalan sesuai tanggal ditetapkan pada Sabtu (3/12)..

“Tapi lokasinya kita pindahkan ke lapangan sepakbola di daerah Desa Pango, Banda Aceh,” kata Taufiqulhadi.

Taufiqulhadi menjelaskan, pengalihan lokasi itu karena dekat dengan Kantor DPW NasDem Aceh. Sehingga akses ke sana lebih mudah.

“Sekaligus lapangan tersebut dilindungi oleh masyarakat desa setempat,” demikian Taufiqulhadi.

ARTIKEL LAINNYA