Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Soal Kuota Haji Indonesia 2023, Kemenag: InsyaAllah Penuh

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 30 November 2022, 10:56 WIB
Soal Kuota Haji Indonesia 2023, Kemenag: InsyaAllah Penuh
Jemaah haji asal Indonesia/Net
Ada kabar yang cukup menggembirakan bagi para calon jemaah haji Indonesia yang sudah lama mengantre untuk berangkat ke Tanah Suci. Kuota haji pada 1444 Hijriah/2023 Masehi diperkirakan kembali penuh.

"InsyaAllah kuotanya penuh. Dari sana bahasanya begitu," ucap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (30/11).

Namun demikian, Hilman belum memastikan arti dari kata 'penuh' itu sendiri, apakah normal seperti sebelum pandemi Covid-19 yaitu pada 2019 atau masih seperti tahun 2022.

 "Hanya belum disebutkan angkanya," sebut Hilman.

Hilman mengaku Kemenag sudah menggelar rapat awal dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Bahkan, Indonesia termasuk yang didahulukan rapatnya agar bisa segera melakukan persiapan secara dini.

Maklum, jemaah haji Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia. Karena itu butuh persiapan sejak dini.

Hilman menambahkan, penandatangan MoU penyelenggaraan ibadah haji oleh Menteri Agama RI dan Menteri Haji Saudi rencananya dilakukan pada 9 Januari 2023. Bersamaan itu, akan dilakukan juga penandatanganan seluruh kontrak layanan, baik akomodasi, transportasi, konsumsi, maupun Masya'ir.

"InsyaAllah, Januari dan Februari kita sudah harus lari kencang untuk pelunasan," demikian Hilman.

Sebagai gambaran, pada pelaksanaan ibadah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi, Indonesia mendapat kuota sebesar 100.051 orang. Jumlah ini hanya sekitar 46 persen dari kuota normal yang diberikan pada tahun-tahun sebelumnya.

Rinciannya, 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, kuota haji reguler Indonesia mencapai 155.200 (2015 dan 2016), 204.000 (2017 dan 2018), serta 214.000 orang pada 2019.

Akibat tidak adanya keberangkatan jamaah haji pada 2020 dan 2021 serta adanya pembatasan kuota pada 2022 berdampak pada daftar tunggu jemaah haji yang makin panjang.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA