Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

PMI Jayapura Panen Jagung dan Produksi Pakan Ayam Petelur Mandiri

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 23 November 2022, 16:47 WIB
PMI Jayapura Panen Jagung dan Produksi Pakan Ayam Petelur Mandiri
Petani binaan Papua Muda Inspiratif (PMI) melakukan panen jagung/Ist
Petani binaan Papua Muda Inspiratif (PMI) melakukan panen jagung di lahan 10 hektar di Kampung Yakasib, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Setiap satu hektar lahan, bisa menghasilkan hingga 10 ton jagung.

Dikatakan Kordinator PMI Distrik Namblong Ones Sem, panen jagung dimulai secara simbolis oleh Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya, selaku pembina PMI. Rabu (23/11).  

PMI sendiri adalah sebuah organisasi binaan BIN yang memiliki tugas membawa semangat baru bagi anak-anak muda di Tanah Papua.

Adapun program tanam jagung ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Dikatakan Ones, biasanya para petani kebingungan untuk menjual hasil panen jagung. Namun kali ini, masalah itu dapat terselesaikan. Sebab, PMI akan memfasilitasi penjualan jagung para petani tersebut.

"Petani di sini masih ragu untuk tanam, sehingga tanam hanya 10 hektar, tapi setelah adanya PMI, mereka bilang akan membeli produk jagung, mereka senang dan tidak khawatir lagi ke mana jagung harus dijual," ujar Ones.
 
Ones mengungkapkan, ada 300 hektar potensi lahan pertanian di Distrik Namblong. Ada 50 hektar lahan berpotensi untuk ditanami jagung. Sekarang sudah ditanam 10 hektar jagung, kedepan bakal dikembangkan.

Ones mengaku bersyukur telah menjadi bagian  dari PMI. Sebab, menjadi bagian dari pemuda Papua yang mempunyai tekad dan kemauan agar masyarakat di Tanah Papua sejahtera.

Selain panen jagung, ditambahkan Sekretaris PMI Jayapura, Mulyono, capaian positif juga tercatat dalam keberhasilan pengembangan pabrik pakan dan ayam petelur di Distrik Hinekombe, Jayapura.   

Pabrik yang didirikan sekitar 5 bulan yang lalu ini, kini telah berbadan hukum dalam bentuk CV Tripilar Perkasa Papua. Saat ini kapasitas produksi pakan sekitar 7 ton perhari dengan nilai jual sekitar Rp 7.900 per kilogram.

Menurut Mulyono, kendala yang dihadapi ialah kurangnya bahan baku pakan yang 55 persen terbuat dari jagung. Namun dengan adanya PMI yang menggulirkan program penanaman jagung, maka semua hasil panen jagung akan dibeli dan dijadikan bahan pakan.

Selain pabrik pakan, Mulyono juga mengembangkan peternakan bibit ayam petelur dengan kapasitas hingga 20.000 ekor. Pulet didatangkan dari Surabaya untuk dijual kepada peternak-peternak lokal di Jayapura.

ARTIKEL LAINNYA