Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kunjungi RSUD Dr Soetomo, JMSI Jatim Dorong Sinergitas Media dan Kesehatan

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 04 Oktober 2022, 13:30 WIB
Kunjungi RSUD Dr Soetomo, JMSI Jatim Dorong Sinergitas Media dan Kesehatan
Audiensi antara Pengurus JMSI Jatim dan Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr Joni Wahyudi pada Selasa (4/10)/Net
Media memiliki peranan yang besar untuk melakukan edukasi dan sosialisasi, termasuk yang berkaitan dengan layanan kesehatan dan segala aspeknya.

Dalam hal ini, Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr Joni Wahyudi di ruang kerjanya pada Selasa (4/10).

Ketua JMSI Jatim Syaiful Anam yang hadir bersama pengurus hariannya memperkenalkan JMSI sebagai wadah perusahaan media siber, termasuk pentingnya media untuk memahami program pelayanan kesehatan.

"Aspek kesehatan menjadi fundamental setiap orang. Apabila wartawan dan pengelola media online kurang memahami program layanan kesehatan dan segala aspeknya itu, maka produk pemberitaannya sering membingungkan masyarakat, seperti saat pemberitaan pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu,” kata Syaiful Anam.

Mengingat pentingnya aspek kesehatan, yang selama ini kurang diperhatikan beberapa kalangan media siber, maka pengurus JMSI Jatim meminta Joni Wahyuhadi, sebagai Ketua Dewan Pakar JMSI Jatim.

Lebih lanjut, Syaiful Anam menegaskan, JMSI Jatim berkomitmen untuk melakukan edukasi dan sosialisasi media siber produk pers kepada masyarakat, sebagai media yang dapat dipercaya dan menjadi rujukan.

“Karena itu perlu pemahaman konten berita termasuk bidang kesehatan yang bekerjasama dengan dokter,” ujarnya.

Di samping itu, JMSI Jatim juga menjajaki kerjasama terkait bakti sosial, khususnya bagi warga yang tidak mampu untuk pemeriksaan dan pengobatan gratis.

Sementara itu, Joni Wahyuhadi mendukung  program JMSI Jatim. Ia juga mengaku senang dapat bergabung dengan JMSI Jatim.

“Saya sangat senang dan berbahagia bisa gabung dengan JMSI Jatim,” ucapnya.

Ia mengatakan, dengan adanya sinergi dengan media, maka pelayanan kesehatan dapat melakukan tindakan preventif terhadap penyakit mematikan.

“Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara bidang kesehatan dengan media. Contohnya tindakan preventif, bagaimana cara mencegah agar seseorang tidak mengalami sakit. Dan itu sangat penting, tapi belum terlasakana dengan baik,” jelas Joni.

Melihat perkembangan dunia kesehatan sekarang, kata Joni, penyakit mematikan seperti kanker, gagal ginjal banyak dialami orang-orang muda. Hal ini tentu diperlukan Tindakan pencegahan agar penderita penyakit mematikan ini tidak semakin muda.

“Dulu mungkin hanya orang-orang tua yang mengalami sakit mematikan. Tapi sekarang semakin muda, dan jumlahnya semakin banyak. Dan biaya sangat mahal. Makanya perlu Tindakan preventif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Lutfil Hakim yang turut hadir dalam pertemuan itu menambahkan, selama ini sosok dewan pakar dalam organisasi kewartawanan atau media, jarang yang mengambil sosok dari bidang kesehatan. Mayoritas beradal dari orang yang berlatar belakarn media dan komunikasi.

"Ini terobosan karena ada orang Kesehatan yang menjadi bagian dari organisasi media. Semoga ada sinergi yang bermanfaat untuk semua,” pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA