Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Meriahkan Hari Batik Nasional, Event Berkebaya Bersama Ibu Negara Siap Digelar di Solo

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 29 September 2022, 04:58 WIB
Meriahkan Hari Batik Nasional, Event Berkebaya Bersama Ibu Negara Siap Digelar di Solo
Konferensi pers Event Berkebaya Bersama Ibu Negara/RMOLJateng
Event "Berkebaya Bersama Ibu Negara" yang diinisiasi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam memperingati Hari Batik Nasional, siap digelar di Jalan Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 2022.

Sejumlah tokoh perempuan dipastikan hadir mendampingi Ibu Negara Iriana, diantaranya istri Wakil Presiden, Wury Maruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Kerja (OASE) Kabinet Kerja Indonesia Maju, seluruh istri Gubernur se Indonesia, dan sejumlah tokoh perempuan.

Diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Ketua Panitia Event, Gusti Raden Ayu (GRAy) Febri Hapsari Dipokusumo mengatakan, persiapan event Berkebaya Bersama Ibu Negara sudah memasuki tahap akhir. Termasuk rute yang akan dilalui peserta nantinya.

"Ibu Negara akan berjalan dari Loji Gandrung, rumah dinas Walikota Solo menuju Ndalem Wuryaningratan di Jalan Slamet Riyadi Solo, bersama 35 perempuan mandiri terpilih dan diikuti anggota Himpunan Ratna Busana (HRB) Solo, total ada sekira 1.000 peserta," ujar Febri Hapsari, saat konferensi pers di The Sunan Hotel Solo, Rabu, (28/9).

Dijelaskan Febri, 35 perempuan berkebaya tersebut dicari dan dipilih secara khusus dari berbagai profesi. Seperti profesi penjual jamu gendong, pesinden ngamen, pedagang pasar dan profesi lainnya.

"Seluruh perempuan berkebaya pilihan tersebut akan diberikan penghargaan karena mendedikasikan hidupnya dengan mengenakan kebaya dalam bekerja. Nanti kita bekerjasama dengan Bank Indonesia memberikan penghargaan dalam bentuk tabungan dari donasi yang kita buk," terangnya.

Ditambahkan Himpunan Ratna Busana (HRB) Solo, Danarsih Hadipriyono, event ini juga akan dilakukan penandatanganan dukungan menjadikan kebaya sebagai busana tradisional Indonesia yang diakui oleh UNESCO.

Tepatnya, mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda sekaligus menetapkan Hari Kebaya Nasional.

"Sebenarnya ada banyak motif kebaya di Indonesia, tapi ada tiga motif kebaya yang kita daftarkan, yakni Kebaya kutu baru, kebaya Kartini dan kebaya krancang," ungkap Danarsih.

Sebagai organisasi yang fokus pada kebaya Himpunan Ratna Busana, juga mendapatkan tugas dari Ibu Negara untuk terus melestarikan kebaya.

"Juga menginventarisir seluruh kebaya khas Indonesia dari berbagai daerah termasuk mengungkap sejarah dan filosofi yang terkandung didalamnya," demikian Danarsih.

ARTIKEL LAINNYA