Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Sampah di Ciliwung Setara Bus Transjakarta, Anies Bikin Saringan di Perbatasan

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Senin, 26 September 2022, 14:34 WIB
Sampah di Ciliwung Setara Bus Transjakarta, Anies Bikin Saringan di Perbatasan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau proyek saringan sampah di Kampung Gedong, Jakarta Timur/Ist
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meninjau Proyek Saringan Sampah Ciliwung, yang terletak di Kampung Gedong RT 07 RW 11, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur dan di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Keberadaan Saringan Sampah Ciliwung memiliki arti penting sebagai pengelolaan sampah badan air melalui rekayasa sungai. Dengan adanya saringan itu diharapkan dapat mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke Jakarta.

“Nantinya, keberadaan Saringan Sampah Ciliwung tersebut sebagai pengelolaan sampah badan air melalui rekayasa sungai ini diharapkan dapat mengendalikan sampah untuk tidak masuk ke Jakarta,” kata Gubernur

Orang nomor satu di Ibu kota itu mengungkapkan sebanyak 52 ton sampah lewat di Kali Ciliwung segmen TB Simatupang setiap harinya. 52 ton sampah itu setara dengan satu bus Transjakarta jenis tronton.

"Kalau dibiarkan tiap bulan akan berada di pintu air Manggarai," ucapnya.

Sistem Saringan Sampah Badan Air di Perbatasan ini juga bermanfaat untuk menjaga pompa-pompa pengendalian banjir yang dioperasikan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar tidak mengalami efek bendung yang dapat berakibat banjir, seperti Pompa Waduk Pluit, Pompa Ancol, dan Pompa Gambir.

Pembangunan ini dilatarbelakangi adanya penekanan volume sampah yang terkonsentrasi hanya pada satu titik penanganan (Pintu Air Manggarai, Kali Ciliwung Jembatan Kampung Melayu), sehingga dibutuhkan penanganan di titik lain untuk meminimalisir efek bendung yang berkontribusi pada timbulnya bencana banjir, terutama saat musim hujan dan terjadi sampah kiriman dari hulu Kali Ciliwung.

Selain itu, keterbatasan ruang di Pintu Air Manggarai yang menyulitkan penambahan alat berat untuk percepatan penanganan sampah di badan Kali Ciliwung, sehingga dibutuhkan pemindahan fungsi penanganan sampah di Pintu Air Manggarai ke perbatasan DKI Jakarta agar meringankan beban kerja penanganan sampah di Pintu Air Manggarai.

Kemudian, karakteristik sampah yang sangat beragam serta tuntutan dalam kecepatan waktu penanganan sampah juga membuat pengolahan sampah kurang efektif, sehingga sampah dibuang tanpa dipilah terlebih dahulu dan langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir. Hal tersebut dapat memperpendek masa manfaat dari TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang yang diproyeksikan telah mendekati masa akhir.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA