Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

9 dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang Masih Minim Pendaftar Calon Panwascam

LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 25 September 2022, 03:00 WIB
9 dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang Masih Minim Pendaftar Calon Panwascam
Panitia pendaftaran Panwaslu Kecamatan tengah mencermati berkas yang diajukan pelamar/RMOLJateng
Animo masyarakat Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk menjadi penyelenggara pemilu relatif besar. Hal itu tercermin dari jumlah pendaftar calon Panwaslu Kecamatan untuk pengawasan Pemilihan Umum.(Pemilu) 2024.

Ketua Kelompok Kerja Pendaftaran Calon Panwascam Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, M Yasin Awan Wiratno mengatakan,, hingga Sabtu (24/9) pukul 10.40 WIB, jumlah pendaftar Panwaslu Kecamatan mencapai 159 orang.

Namun, jumlah pendaftar tersebut tidak merata di seluruh kecamatan. Menurut dia, 9 dari 21 kecamatan tercatat masih kekurangan jumlah pendaftar. Yakni, Borobudur (4), Srumbung (3), Dukun (2), Sawangan (5), Muntilan (5), Ngluwar (4), Kaliangkrik (2), Ngablak (4) dan Windusari (5).

"Dari 21 kecamatan seluruhnya memang sudah ada pendaftar, tapi belum semua kecamatan tersebut dapat memenuhi kuota pendaftaran," ujar M Yasin, Sabtu (24/9).

Yasin menuturkan, berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar terus dilakukan di sembilan kecamatan itu. Di antaranya menggencarkan sosialisasi melalui iklan dan pemberitaan media massa. Aktif mengunggah perkembangan pendaftaran ke media sosial dan WA grup.

“Kami juga masuk berbagai komunitas dan ormas untuk sosialisasi. Sabtu dan Minggu kami tetap melayani pendaftaran,” jelas Yasin, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Anggota Pokja Pendaftaran Calon Panwascam, Haji Fauzan Rofiqun menjelaskan, jumlah minimal pendaftar adalah enam orang di tiap kecamatan. Karena jumlah yang diterima tiga orang, sedang tiga lainnya sebagai cadangan jika terjadi pergantian antar waktu (PAW).

“Sesuai ketentuan jumlah pendaftar, dua kali kebutuhan. Dalam seleksi nanti kami juga akan memperhatikan keterwakilan perempuan di setiap kecamatan sebesar 30 persen,” kata dia.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Shaleh SS mengatakan, seleksi akan dilakukan secara transparan dan berintegritas. Peserta akan mengikuti tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Menjadi pengawas pemilu, menurut dia, merupakan kesempatan terbaik dalam mendarmabaktikan diri untuk bangsa dan negara. Bawaslu memanggil anak-anak muda Magelang untuk mengikuti seleksi Panwascam.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA