Children in the DPR Korea
Children in the DPR Korea
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Terima Laporan Pemotongan BLT, Ridwan Kamil Segera Lakukan Evaluasi

LAPORAN: AGUS DWI
  • Senin, 19 September 2022, 23:22 WIB
Terima Laporan Pemotongan BLT, Ridwan Kamil Segera Lakukan Evaluasi
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/RMOLJabar
Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah menyusul kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi diduga banyak terjadi pemotongan sebelum sampai ke pihak yang memang berhak menerimanya.

Dugaan adanya "penyunatan" dana BLT yang diterima masyarakat ini pun sudah sampai ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Khususnya di wilayah Jawa Barat.

Untuk itu, sosok yang kerap disapa Kang Emil itu saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah taktis untuk mencegah praktik-praktik pemotongan BLT bagi masyarakat di Jabar.

"Iya itu banyak euy, banyak sekali, saya sedang susun tim. Jadi ada yang dipotong, ada yang disengaja salah sasaran, macam-macam (cara pemotongan BLT BBM)," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (19/9).

Menurut Kang Emil, pencegahan pemotongan BLT BBM harus dilakukan sedari dini melalui berbagai cara yang tentunya efektif. Kemudian, ia juga akan segera mengevaluasi cara penyaluran BLT BBM kepada masyarakat.

"Mumpung baru bulan pertama dari empat bulan (penyaluran BLT BBM), kita akan lakukan evaluasi. Dan di era digital laporan gampang sekarang mah, tinggal ditelusuri," tuturnya.

Dari data yang dihimpun, pemotongan BLT BBM diduga terjadi di Kabupaten Sumedang. Menurut pengakuan salah satu warga yang berhak menerima BLT, dirinya mendapatkan potongan Rp30 ribu untuk kegiatan gerak jalan yang diadakan di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara.

Seorang warga yang mengetahui adanya potongan bantuan ini, Dadang menerangkan, dirinya baru kali pertama menerima bantuan yang dipotong untuk kegiatan yang diadakan oleh tokoh masyarakat sekitar.

Akan tetapi, pernyataan itu dibantah oleh Lurah Talun, Rinny Mulyati. Dia menyebut, pembelian kupon gerak jalan bukan sebuah paksakan. Sebab, kupon itu bertujuan untuk kegiatan masyarakat yaitu memperingati Hari Desa Talun.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA