Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Tertinggi Nasional, Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri di Jawa Timur Capai 76 Persen

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 06 September 2022, 13:33 WIB
Tertinggi Nasional, Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri di Jawa Timur Capai 76 Persen
Indeks implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri/Net
Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung penuh implementasi Kurikulum Merdeka yang menjadi program andalan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) dalam pemulihan pembelajaran pasca pandemi Covid-19.

Kurikulum yang berpusat pada minat dan bakat siswa dengan model pembelajaran yang berorientasi projectbased learning ini, disambut antusias satuan pendidikan di Jawa Timur.

Terbukti hingga setahun terakhir sebanyak 332 lembaga di Jawa Timur telah ditunjuk Kemdikbud Ristek untuk menjadi pilot project Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, yaitu 204 SMK Pusat Keunggulan dan 128 SMA dan SLB Penggerak.

Pada 332 lembaga ini, Kemendikbud Ristek menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) khusus kepada kepala sekolah serta guru agar memahami dan mampu mengimplemetasikan kurikulum tersebut.

Selanjutnya, SMK Pusat Keunggulan serta SMA dan SLB Penggerak diharapkan dapat berperan sebagai pengampu bagi sekolah yang ada di sekitarnya.

Guna menyukseskan program ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mendorong satuan Pendidikan yang belum menerapkan Implememtasi Kurikulum Merdeka (IKM), untuk mengikuti secara Mandiri dengan belajar pada SMK Pusat Keunggulan serta SMA dan SLB Penggerak yang sudah ditetapkan oleh Kemdikbud Ristek.

Berdasarkan data yang diperoleh dari dashbooard IKM pada 5 Juni 2022, Jatim menjadi pelaksana IKM jalur mandiri terbanyak se Indonesia dengan jumlah kepesertaan pada SLB, SMA dan SMK mencapai 2.754 lembaga. Dengan rincian SMA 1.047 lembaga, SMK 1.474 lembaga dan SLB 233 lembaga.

Dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, capaian prestasi membanggakan tersebut, tidak lepas dari keinginan sekolah yang turut dalam menyelesaikan persoalan learning loss selama pandemi.

Terbukti, dari total jumlah SLB, SMA/SMK negeri dan swasta yang sebanyak 4.044 lembaga, yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka sebanyak 76 persen.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, satuan pendidikan, ketua MKKS, ketua Korwas provinsi, Ketua MKPS provinsi yang telah bersama-sama membangun sinergi positif dalam pembangunan pendidikan di Jawa Timur," ujarnya dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (5/9).

Gubernur Khofifah juga menyebutkan, pihaknya melalui Dinas Pendidikan Jatim akan mendukung secara penuh kebijakan Mendikbud Ristek dalam implementasi kurikulum merdeka mandiri.

Sebab, ia berpendapat dengan adanya kurikulum yang tepat pada kondisi khusus ini, akan mampu menguatkan pentingnya perubahan tentang rancangan dan strategi implementasi secara efektif dan efesien.

"Kurikulum Merdeka merupakan jawaban untuk mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi saat ini, karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan dan kesenjangan kualitas pembelajaran," katanya.

Dengan capaian prestasi yang membanggakan ini, Khofifah menargetkan pada semester 1 tahun ajaran 2023/2024 mendatang SLB, SMA/SMK di Jawa Timur diharapkan menjadi pelopor kebijakan nasional IKM dengan keikutsertaan 100 persen.

Adapun capaian ini melengkapi rentetan prestasi yang sebelumnya telah diraih. Di antaranya, Jawa Timur menjadi daerah yang jumlah siswanya diterima di PTN terbanyak melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan masing-masing total 120.463 siswa dan 26.781.

Di samping itu, kinerja pendidikan di Jatim juga mendapatkan penilaian tertinggi se-Indonesia, menurut "highlight" indeks kinerja urusan pendidikan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

ARTIKEL LAINNYA