Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Hemat Biaya, Transjakarta Terapkan Retrofit untuk Percepatan Armada Bus Listrik

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 19 Agustus 2022, 20:38 WIB
Hemat Biaya, Transjakarta Terapkan Retrofit untuk Percepatan Armada Bus Listrik
Armada mobil listrik Transjakarta/Ist
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memasuki era baru penggunaan transportasi publik berbasis listrik.

Dalam rangka mempercepat peralihan ke armada bertenaga listrik, Transjakarta melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Eguipmake Holdings Plc, spesialis elektrifikasi kendaraan komersial yang berbasis di Inggris dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Proses penandatanganan yang dilakukan di kantor pusat Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur yang disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Transjakarta M. Yana Aditya, Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Gilarsi W. Setijono dan CEO Eguipmake Holdings Pic Ian D. Foley.

Untuk mempercepat peralihan ke bus listrik, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengganti mesin konvensional menjadi mesin yang digerakkan listrik. Cara ini disebut sebagai retrofit, yang juga sudah digunakan di berbagai negara.

"Untuk itulah Transjakarta mendatangani MoU dengan sebuah perusahaan Eguipmake sebagai pemilik teknologi dan komponen retrofit dan Vektor sebagai pemegang lisensi yang akan memproduksi mesin retrofit," ujar Direktur Utama Transjakarta, M. Yana Aditya seperti dikutip redaksi, Jumat (19/8).

"Eguipmake dan vektor saat ini sedang mempersiapkan pembuatan mesin bus listrik dengan cara retrofit untuk memenuhi kebutuhan Transjakarta," ujar Ian Foley dan Gilarsi W. Setijono.

Kerjasama tiga pihak ini diharapkan dapat memenuhi target elektifikasi 10 ribu bus Transjakarta pada 2030 dan meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri.

Selanjutnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza menyebut retrofit merupakan opsi untuk mempercepat proses elektrifikasi ribuan armada Transjakarta dengan biaya yang lebih terjangkau.

Purwarupa yang akan dilakukan ini merupakan upaya Transjakarta untuk memahami proses retrofit baik secara teknis maupun perhitungan biaya.

"Penandatangan ini merupakan salah satu upaya Pemprov DKI menjadikan Jakarta kota global yang terkoneksi lebih bersih karena rendah emisi," katanya.

"Harapannya dengan kerjasama ini, akan menjadikan Jakarta sebagai pelopor transportasi umum berbasis listrik," pungkasnya.

Sampai dengan Agustus 2022, DKI Jakarta sudah mengoperasikan 30 bus listrik, di bulan September ditargetkan ada 74 yang akan beroperasi.

ARTIKEL LAINNYA