Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Timsel Harus Jelaskan Tak Ada Perempuan Lolos Seleksi Calon Anggota Bawaslu Lampung

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 04 Agustus 2022, 02:47 WIB
Timsel Harus Jelaskan Tak Ada Perempuan Lolos Seleksi Calon Anggota Bawaslu Lampung
Ilustrasi/RMOL
Keputusan Tim Seleksi yang tidak meloloskan satu pun perempuan dari enam Calon Anggota Bawaslu Lampung Periode 2022-2027, menyisakan tanya.

Padahal, tiga anggota Bawaslu Lampung yang akan habis masa jabatan pada September 2022, yakni Iskardo P. Panggar, Ade Asya'ri dan satu-satunya perempuan yang kini menjabat Ketua, yakni Fatikhatul Khoiriyah.

Sementara, empat anggota lainnya yakni Hermansyah, Muhammad Teguh, Tamri, dan Karno Ahmad Satarya akan habis masa jabatannya pada tahun 2023.

Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unversitas Lampung Darmawan Purba menyampaikan, sangat disayangkan lima anggota timsel yang diisi oleh tiga orang laki-laki dan dua perempuan tidak sensitif terhadap upaya pengarusutamaan gender.

Menurutnya, aturan soal keterwakilan 30 persen perempuan dalam komposisi anggota Bawaslu ini jelas diatur dalam Pasal 10 ayat (7) dan Pasal 92 ayat (11) UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Jadi kalau proses rekrutmen anggota Bawaslu tidak mengindahkan ketentuan pada UU Pemilu, menurut saya hasilnya patut dipertanyakan apa yang menjadi argumentasi timsel tidak memasukkan calon perempuan," kata Darmawan dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (3/8).

Dia menduga terjadi tarik-menarik kepentingan saat menentukan calon anggota Bawaslu sehingga prinsip keterwakilan perempuan diabaikan oleh timsel.

Sementara itu, akademisi Universitas Malahayati Chandra Muliawan, meminta timsel memaparkan kepada publik, alasan mengabaikan keterwakilan perempuan dan meloloskan enam calon tersebut.

"Harus dibuka kenapa nama-nama ini yang terpilih, harus diungkapkan jika ini berhubungan dengan kapasitas, kapabilitas dan hasil seleksi agar tidak menimbulkan persepsi publik," katanya.

Chandra menegaskan, timsel harus bertanggung jawab menyampaikan alasan dari hasil seleksinya.

"Apakah peserta yang perempuan tidak ada yang memenuhi kualifikasi secara nilai, kapasitas dan akumulasi penilaian. Sampai hasilnya yang kita lihat sekarang ini," pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA