Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kerja Sama BNPT dengan Al-Azhar Mesir Dianggap Langkah yang Tepat

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Kamis, 23 Juni 2022, 03:21 WIB
Kerja Sama BNPT dengan Al-Azhar Mesir Dianggap Langkah yang Tepat
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dan Jajaran saat bertemu delegasi Dewan Ulama Senior Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Hasan Shalah Al-Shagir, di kantor BNPT/Ist
Setelah mendapat apresiasi dan dukungan dari Lemhanas Inggris, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melanjutkan kerjasamanya dengan Al-Azhar Mesir dalam memperkuat moderatisme pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia.

Langkah tersebut diapresiasi oleh Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, yang juga pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Nasional, Robi Nurhadi.

Menurutnya, Al Azhar Mesir termasuk lembaga Islam yang memiliki pengaruh kuat terhadap jaringan Islam di Indonesia, baik di kalangan para sarjana, penceramah, da'i, pimpinan pesantren serta aktivis Islam lainnya.

"Memperkuat narasi Islam yang moderat dengan Al Azhar Kairo merupakan langkah tepat. Banyak kalangan Islam berpengaruh di Indonesia yang terkoneksi ke Al Azhar. Bagus itu, perkuat saja!," kata Robi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6).

Ia mengakui Al Azhar Kairo merupakan sentra kajian Islam yang berpengaruh di dunia. Robi menambahkan, Al Azhar Kairo juga punya pengalaman yang panjang dalam melakukan kontra narasi terhadap penyalahgunaan narasi agama dalam terorisme yang menciptakan stigma buruk terhadap agama Islam dan pemeluknya.

"Saya mengapresiasi tindakan strategis Kepala BNPT Pak Boy Rafli Amar yang memberi perhatian terhadap hal itu. Mudah-mudahan efektif mencegah WNI untuk tidak menjadi foreign terrorist fighter," kata Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul (NU) Ulama, Jakarta, tersebut.

Robi optimistis digandengnya Al Azhar Kairo oleh BNPT bisa memberi dampak signifikan terhadap pelaksanaan Islam yang rahmatan lil alamin.

"Pak Boy 'kan selalu menegaskan aksi terorisme tidak distigmakan dengan Muslim atau ajaran Islam, ternyata padangan ini sama dan didukung oleh delegasi Al Azhar Mesir tersebut, mudah-mudahan pertemuan ini mendapatkan momentumnya," imbuhnya.

Sekretaris Jenderal Hay'at Kibar Ulama Al-Azhar, Prof. Dr. Hasan Shalah Al-Shagir menjelaskan, insitiusi pendidikan di bawah Al-Azhar melakukan kontra radikalisasi melalui kurikulum moderasi beragama sejak usia dini hingga perguruan tinggi. Al-Azhar juga melatih dan membekali khatib dengan moderasi agama khusus untuk melakukan kontra narasi yang bersifat keras dalam rangka mencegah pemikiran radikal terorisme kalangan anak muda.

Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi selaku Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut pun mendukung kerja sama antara BNPT dan Al-Azhar. Menurutnya, penyebaran narasi moderat yang dilakukan Al-Azhar bisa diadopsi Indonesia.

Pemutusan stigma buruk ini tidak mudah untuk dilakukan sendiri. Oleh karena itu, perlu kerja sama antara pemerintah dan ulama untuk meyakinkan masyarakat bahwa aksi teror tidak ada hubungannya dengan agama.

"Agama tidak mengajarkan kekerasan dan terorisme, sangat dibutuhkan kerja sama antara ulama, pemikir muslim, dengan pemerintah dan instasi lain karena gerakan teror seperti ini semakin banyak dan tidak mudah untuk dihadapi," terang Dr. Hasan Shalah Al-Shagir.

EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA