Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Pemprov Jabar Izinkan Warga Untuk Shalatkan Eril di Gedung Pakuan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 12 Juni 2022, 06:09 WIB
Pemprov Jabar Izinkan Warga Untuk Shalatkan Eril di Gedung Pakuan
Jurubicara Pemprov Jabar, Wahyu Mijaya/RMOLJabar
RMOL. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengizinkan masyarakat untuk mendoakan dan menshalatkan jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, ketika sudah tiba di tanah air.

Jubir Pemprov Jabar, Wahyu Mijaya menerangkan, rombongan keluarga Ridwan Kamil beserta jenazah Eril diperkirakan tiba di Gedung Pakuan, Minggu (12/6) pukul 22.00 WIB.

Pihaknya mengizinkan masyarakat untuk menshalatkan jenazah Eril di Gedung Pakuan, yang akan dimulai pada Minggu malam (12/6) pukul 23.00 sampai Senin pagi (13/6) pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, kata Wahyu, jenazah Eril akan diberangkatkan ke lokasi pemakaman di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung pada Senin (13/6) pagi pukul 09.00 WIB.

"Bagi keluarga yang akan turut serta ke pemakaman itu tidak berangkat dari Gedung Pakuan. Tetapi langsung menuju ke lokasi pemakaman. Sehingga rangkaian itu tidak terlalu panjang. Betul-betul hanya rangkaian inti dari keluarga," terang Wahyu di Gedung Pakuan, Kota Bandung, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (11/6).

Wahyu menuturkan, rute yang dipilih untuk memberangkatan jenazah yakni dari Gedung Pakuan menuju Jalan Wastukencana, kemudian masuk ke tol Pasteur, keluar tol Seroja, dan langsung menuju lokasi pemakaman.

Oleh sebab itu, pihaknya memohon kepada masyarakat yang berada di sekitar rute itu dapat mengantisipasi. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur-jalur alternatif apabila terjadi kemacetan-kemacetan karena rangkaian pemberangkatan jenazah Eril.

"Jadi kami juga mohon maaf jika ada warga yang terdampak dengan rencana pemakaman ini," tuturnya.

Dijelaskan Wahyu, pemilihan waktu pemberangkatan jenazah Eril berdasarkan pertimbangan pihak keluarga yang tidak ingin terlalu pagi. Mengingat pada awal pekan kerap terjadi kepadatan jalan karena masyarakat yang masuk sekolah dan berangkat bekerja.

"Mudah-mudahan dengan demikian yang akan sekolah yang akan bekerja itu tidak terganggu. Dan kita akan baru berangkat pukul 09.00 WIB," pungkasnya.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA