Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Terdampak Gempa Banten, Lapas Rangkasbitung Pindahkan 50 Napi

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 15 Januari 2022, 13:51 WIB
Terdampak Gempa Banten, Lapas Rangkasbitung Pindahkan 50 Napi
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung/Net
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung melakukan evakuasi terhadap 50 orang narapidana akibat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,6 yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Banten, Tejo Harwanto dalam keterangannya, Sabtu (15/1).

“Upaya evakuasi ini kami lakukan untuk melindungi keselamatan narapidana. Jumat malam (14/1) kami mengosongkan 5 kamar hunian dengan memindahkan 50 orang narapidana rinciannya adalah 25 orang dipindahkan ke Rutan Pandeglang, sementara 25 orang lagi dipindahkan ke Lapas Serang,” kata Tejo.  

Tejo menjelaskan, dari seluruh UPT yang terdapat di wilayah Banten, hanya Lapas Rangkasbitung yang memiliki kerusakan pada bangunannya. Kerusakan yang terjadi dapat dikategorikan sebagai kerusakan ringan hingga sedang.

Upaya evakuasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut yang dilakukan menyusul pernyataan PUPR Kabupaten Lebak bahwa dengan adanya keretakan yang terjadi pada tiang penyangga atap bangunan kamar hunian menyebabkan beberapa kamar hunian di Lapas Kelas III rawan untuk ditempati.

Seluruh napi dipindahkan dengan menggunakan 2 buah mobil Transpas dan 1 buah mobil Polres Lebak, serta 1 buah mobil Kejari Lebak dengan pengawalan anggota Polsek Rangkasbitung dan Polres Lebak.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Budi Ruswanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanganan pertama merespon terjadinya gempa yang berdampak pada retaknya beberapa bangunan di Lapas Kelas III Rangkasbitung.

“Pada saat terjadi gempa, petugas melakukan evakuasi dengan mengumpulkan seluruh napi di lapangan serba guna. Kami juga melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) setempat untuk meminta bantuan siaga pengamanan," katanya.

"Selain itu, kami juga melakukan koordinasi lisan dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak untuk meminta bantuan siaga bencana,” demikian Budi.

ARTIKEL LAINNYA