Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Komitmen KADIN, Net Zero Organization Tercapai 2060

OLEH: YELAS KAPARINO
  • Jumat, 03 Desember 2021, 21:09 WIB
Komitmen KADIN, Net Zero Organization Tercapai 2060
Pembukaan Rapimnas KADIN 2021 di Bali./Ist
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai perwakilan dunia bisnis memiliki peranan sentral agar Indonesia mencapai komitment Nationally Determined Contribution (NDC) yang telah disampaikan melalui Paris Agreement dan kembali ditegaskan pada rangkaian acara Conference of Parties (COP) 26 di Glasgow bulan November yang lalu.

Dengan demikian, KADIN memasang target menjadi Zero Net Organization pada tahun 2060. Atau, bila memungkinkan lebih cepat dari itu.

Demikian disampaikan Ketua Umum KADIN M. Arsjad Rasjid dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2021 di Bali, Jumat (3/12). Rapimnas 2021 tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

“Net Zero ini merupakan sebuah revolusi industri, bukan yang akan terjadi nanti tetapi sudah terjadi saat ini di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Kita tentu tidak bisa memilih untuk hanya wait and see, atau hanya terus memberikan wacana-wacana positif akan net zero, tetapi harus melakukan aksi dan langkah nyata, menggerakan setiap industri untuk menyambut revolusi industri ini,” ujar Arsjad.

Komitmen sebagai net zero organization merupakan salah bentuk aksi pelaksanaan salah satu pilar utama program KADIN yang disampaikan pada gelaran Rapimnas 2021.

“Pilar keempat adalah penguatan fungsi internal dan regulasi KADIN, dimana sebagai Ketua Umum saya ingin KADIN mampu menjadi wadah komunikasi dan konsultasi baik antar pengusaha maupun antara sektor swasta dengan pemerintah,” Arsjad menambahkan.

Terkait inisiatif net zero, KADIN akan meluncurkan Net Zero Hub yang memiliki peran sentral untuk mengajak setiap perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan pemimpin di Indonesia, untuk turut membuat komitmen net zero.

Sementara Ketua Komite Tetap Energi Terbarukan KADIN, Muhammad Yusrizki, yang memimpin inisiatif Net Zero Hub mengatakan bahwa komitmen atas net zero tidak eksklusif hanya dimiliki KADIN, atau dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar.

“Pidato pembukaan Ketua Umum Arsjad Rasjid juga telah menyebut bahwa gerakan net zero adalah gerakan inklusif yang tidak terbatas pada industri atau sub-industri tertentu, tetapi menjangkau seluruh dunia usaha Indonesia, dari korporasi besar hingga UMKM. Tentunya langkah yang diperlukan berbeda bagi setiap perusahaan, bahkan perusahaan pada industri yang sama akan memerlukan langkah yang berbeda sesuai dengan profil usaha mereka masing-masing,” urai Yusrizki.

“Untuk itulah KADIN meluncurkan Net Zero Hub sebagai nukleus gerakan net zero bagi sektor usaha di Indonesia. Diperlukan banyak pemimpin industri yang agile dan flexible untuk menjawab tantangan net zero, sekaligus menciptkan peluang dan nilai dari gerakan net zero ini. Harap diingat, net zero juga merupakan gerakan global yang meliputi seluruh dunia dan seluruh sektor,” sambung Yusrizki.

Lebih lanjut Yusrizki menjelaskan bahwa KADIN Net Zero Hub akan memiliki tiga aspek kunci, pertama sebagai inisiatif strategis KADIN, kedua sebagai pusat publikasi KADIN terkait net zero dan ketiga sebagai jembatan antara dunia usaha dengan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Sebagai inisiatif strategis KADIN, Net Zero Hub akan mengajak dan membantu dunia usaha dalam perencanaan komitmen net zero. KADIN juga akan memanfaatkan jaringan internasional yang kami miliki untuk membawa pihak-pihak internasional yang memiliki concern terhadap net zero, dan perubahan iklim, untuk turut mendukung dan berkolaborasi dengan sektor usaha di Indonesia,” masih katanya.

“Yang juga tidak kalah penting adalah menjembatani antara inisiatif, target, dan mekanisme yang dimiliki oleh Pemerintah dengan kesiapan dan kompetensi dunia usaha. Kita tidak mau inisiatif yang telah dirancang dan dijalankan oleh Pemerintah tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh dunia usaha. KADIN percaya bahwa di setiap tantangan untuk mencapai net zero, selalu ada peluang untuk menciptakan nilai tambah,” demikian Yusrizki.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA