Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jerat Azis Syamsuddin atas Dugaan Korupsi, Pengamat: KPK Bekerja Sesuai Semangat Lahir dan Berdirinya

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Jumat, 24 September 2021, 18:55 WIB
Jerat Azis Syamsuddin atas Dugaan Korupsi, Pengamat: KPK Bekerja Sesuai Semangat Lahir dan Berdirinya
Ketua KPK Firli Bahuri/Net
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah komando Firli Bahuri dianggap telah bekerja sesuai semangat lahir dan berdirinya lembaga antirasuah jika benar-benar menahan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

"Kalau KPK berani tahan Azis Syamsuddin dari Golkar itu setelah tersangka, berarti KPK telah bekerja sesuai semangat lahir dan berdirinya KPK tanpa pandang bulu," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (24/9).

Karena kata Muslim, jika Azis ditangkap dan menjadi tersangka kasus korupsi, maka dianggap sebagai tangkapan besar bagi KPK di DPR RI di era Firli saat ini.

"Dan itu perlu mendapat apresiasi," pungkas Muslim.

Berdasarkan sumber redaksi, Azis Syamsuddin merupakan salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka pihak penyuap Stepanus Robin Pattuju selaku mantan Penyidik KPK agar kasusnya di Lampung Tengah dapat "diamankan" oleh Robin.

Azis pun hari ini dikabarkan telah dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Akan tetapi, hingga siang ini, Azis belum terlihat memenuhi panggilan penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Nama Azis Syamsuddin disebut dalam surat dakwaan Robin. Di mana, Azis disebut memberikan uang kepada Robin agar bisa mengamankan perkara yang tengah diproses oleh KPK di Lampung Tengah.

Dalam dakwaan, Robin menerima uang Rp 11 miliar lebih dan 37 ribu dolar AS dari beberapa pihak yang meminta bantuan terkait kasus atau perkara yang tengah ditangani di KPK.

Uang tersebut masing-masing diberikan oleh M. Syahrial selaku Walikota Tanjungbalai non-aktif sejumlah Rp 1.695.000.000, Azis Syamsuddin selaku Wakil Ketua DPR RI dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS.

Khusus di Lampung Tengah ini disebut bahwa Azis dan Aliza Gunado meminta bantuan kepada Robin agar bersedia mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA