Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Perkuat Literasi Jurnalis dan Pemilik Media, JMSI Aceh Gandeng BSI Selenggarakan Media Workshop Keuangan

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 13 September 2021, 21:03 WIB
Perkuat Literasi Jurnalis dan Pemilik Media, JMSI Aceh Gandeng BSI Selenggarakan Media Workshop Keuangan
Foto bersama Komisaris PT Bank Syariah Indonesia Tbk, M Arief Rosyid Hasan dengan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, saat berkunjung di bulan Mei 2021/Net
Manajemen perusahaan media bukan melulu soal relasi, jaringan, sistem informasi, hingga kegiatan jurnalistik. Tetapi yang tak kalah penting juga mengelola keuangan yang akuntabel.

Perihal manajemen keuangan inilah yang diangkat sebagai topik dalam kegiatan workshop bagi bagi pemilik perusahaan pers, dan jurnalis media cetak, siber dan televisi, yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh bekerjasama dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Acara yang berlangsung secara daring tersebut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Regional CEO 1 BSI Aceh Wisnu Sunandar, Ketua OJK Aceh Yusri, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo, dan Ketua Umum JMSI Teguh Santosa.

Ketua Panitia acara, Hendra Saputra menerangkan, kegiatan workshop media yang diselenggarakan pihaknya itu melibatkan 24 jurnalis dari media siber, 3 dari media cetak, dan 3 orang dari media televisi.

Dalam pelaksanaannya, Hendra mengatakan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dengan saluran zoom webinar, dengan serangkaian acara yang telah disusun.

"Dan nantinya dibuka secara langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang bertindak sebagai pembicara kunci keynote speech," ucap Hendra dalam keterangan etrtulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (13/9).

Ditambahkan Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, kegiatan workshop tersebut sengaja dibuat sebagai upaya untuk memperkuat literasi bagi kalangan jurnalis tentang keuangan syariah.

Alasan lainnya yang disadari Hendro adalah, perspektif literasi sangat penting bagi jurnalis dan pemilik media, dnegan tujuan agar mereka memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep keuangan dan ekonomi syariah.

"Dan agar mampu mengelaborasi pemahaman itu dalam bentuk tulisan-tulisan yang memiliki daya edukasi bagi masyarakat," ujar Hendro.

Hendro kemudian menjabarkan hasil studi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh yang mencatat tingkat pemahaman keuangan atau literasi syariah di daerah ini pada 2019 adalah 18,64 persen.

"Angka itu, lebih baik dibandingkan dengan nasional yakni 8,93 persen," tuturnya.

Karena itu ia berharap dengan telah berlakunya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), semua pihak bisa terlibat aktif dalam mendorong dan menyebarluaskan literasi keuangan syariah kepada semua stakeholders, dan termasuk diantaranya media.

Hal serupa juga disampaikan oleh Corporate Communication PT Bank Syariah Indonesia, Eko Nopiansyah. Ia menyebutkan bahwa BSI memiliki tanggung jawab dalam mendorong dan menumbuhkan semangat literasi keuangan syariah, terutama bagi jurnalis dan pemilik media di Indonesia dan juga di Aceh.

"Sebagai perbankan syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab penting untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada elemen masyarakat, terutama pekerja media dalam memperkuat literasi keuangan syariah," ucapnya.

Maka dari itu diakhir penjelasannya Eko menyampaikan harapannya bisa terus bekerja sama dengan JMSI Aceh, dan dapat menjadi salah satu upaya guna memperkuat literasi keuangan syariah.

"Baik bagi para jurnalis dan pemilik media di Aceh," demikian Eko menerangkan.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA