Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

76 Rumah di Boalemo Kebanjiran, Masyarakat Pilih Bertahan

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 10 September 2021, 09:28 WIB
76 Rumah di Boalemo Kebanjiran, Masyarakat Pilih Bertahan
Banjir yang terjadi di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Kamis 10 September 2021/Ist
Sebanyak 76 rumah penduduk di Kecamatan Dulupi dan Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo, Gorontalo terendam banjir pada Kamis (9/9).

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boalemo, banjir tersebut terjadi karena intensitas hujan yang tinggi.

Adapun wilayah yang terdampak berada di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi dan Desa Girisa, Kecamatan Paguyaman. Sebanyak 130 KK atau 410 jiwa terdampak dari dua desa tersebut.

Hasil pemantauan menyebutkan, tinggi muka air pada saat terjadi banjir berkisar antara 50-60 sentimeter. Kondisi terkini dilaporkan banjir sudah mulai berangsur surut di Desa Dulupi, akan tetapi sebagian rumah masih ada yang tergenang banjir di wilayah lainnya.

"Alhamdulillah di Desa Dulupi itu air sudah surut tapi sebagian rumah masih tergenang air," ujar Kabid Pencegahan BPBD Boalemo, Lela melalui pesan singkat, Jumat (10/9).

Berdasarkan asesmen dan pendataan, saat ini tidak ada warga yang mengungsi, mereka memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. Meski demikian, para warga diminta untuk waspada untuk mengantisipasi air naik lagi apabila hujan kembali turun.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, wilayah Gorontalo memasuki musim hujan pada bulan September hingga November. Pada masa peralihan musim ini, BNPB menghimbau bagi masyarakat untuk waspada terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat sehingga memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.

"asyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dengan memantau prakiraan cuaca hingga tingkat kecamatan melalui BMKG atau potensi bahaya maupun risiko di aplikasi inaRISK," tambah Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA