Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jadi Ketua U20, Anies Baswedan Urai 6 Isu Perkotaan Saat Pandemi

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Minggu, 05 September 2021, 08:58 WIB
Tantangan selama pandemi Covid-19 dan krisis iklim menjadi perhatian khusus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbicara di hadapan para pemimpin G-20 di acara Urban 20 Mayor Summit 2021 yang digelar secara virtual pada Jumat malam (3/9).

Kota Jakarta sendiri akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan U20 tahun 2022 dan Gubernur Anies Baswedan menjadi Ketua U20. Adapun tema yang akan diambil dalam U20 nanti adalah "Recover Together, Recover Stronger”.

Kembali ke pidato Anies Baswedan yang disampaikan dengan menggunakan bahasa Inggris dalam acara tersebut. Anies mengurai bahwa ada enam fenomena menarik yang terjadi di perkotaan pascapandemi, yang akan menjadi agenda diskusi pada Mayor Summit U20 tahun depan.

Fenomena pertama, sambungnya, adalah munculnya kebutuhan masyarakat akan perumahan yang menunjang produktivitas dengan harga terjangkau.

Anies mengurai bahwa masyarakat dunia telah menunjukkan trend permintaan untuk memiliki rumah yang tidak hanya mampu menjaga kesehatan penghuninya, tetapi juga cocok untuk menunjang produktivitas.

“Hal ini karena semakin banyak orang yang memutuskan untuk terus bekerja dari rumah. Jadi perumahan semacam ini pasti harus terjangkau," jelas Gubernur Anies.

Kedua, Anies mengajak para pemimpin lainnya untuk memperhatikan masa depan industri properti. Ini lantaran kontribusi sektor properti di kawasan perkotaan di seluruh dunia menurun sebanyak 29 persen pada tahun 2020.

Di satu sisi, terjadi pemandangan kantor-kantor yang kosong. Untuk itu, perlu dipikirkan kembali masa depan industri properti di kota-kota di seluruh dunia.

Ketiga adalah akses mobilitas berkelanjutan untuk semua orang. Ada perubahan yang memaksa kota  untuk mempertimbangkan kembali hubungan antara mobilitas, ruang kota, dan kesehatan, yang turut mempertimbangkan jaga jarak fisik, sekaligus  kebutuhan mobilitas penduduk.

“Pertanyaan yang muncul, bagaimana kota memastikan akses yang setara terhadap mobilitas yang berkelanjutan. Jadi itu masalah yang perlu kita pikirkan," lanjut Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini juga menyebut masa depan dunia kerja sebagai perhatian yang keempat.

Tercatat, pengangguan telah melonjak 1,1 persen secara global selama pandemi. Di sisi lain, muncul permintaan akan keterampilan baru untuk mendukung industri hijau dan ekonomi digital yang menjanjikan.

"Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kota dapat mengakomodasi transformasi di pasar tenaga kerja untuk masa depan yang lebih hijau?" tambahnya.

Lalu masalah nomor lima adalah kurangnya interaksi sosial selama masa pandemi yang berdampak pada kesehatan mental warga. Karantina di rumah dalam jangka panjang dan fenomena bekerja dari rumah, dapat menyebabkan kelelahan dan juga meningkatnya perundungan online.

Terakhir tentang meningkatnya jumlah anak yatim saat pandemi. Data menunjukkan, setidaknya ada 4,5 juta kematian akibat Covid-19. Hal ini telah membuat anak-anak kehilangan pengasuh primer dan sekunder mereka. Untuk itu, perlu dipikirkan bagaimana memfasilitasi masa depan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga dalam pertempuran Covid-19.

"Jadi dengan adanya enam masalah ini, inilah saatnya untuk bercermin. Inilah waktunya untuk menata ulang. Namun, yang paling penting, inilah saatnya untuk bertindak bersama. Karena masa depan kota ada di tangan semua orang," demikian Gubernur Anies.

ARTIKEL LAINNYA