Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Sulit Dapatkan Vaksin dari Pemerintah, Warga Cilame KKB Gelar Vaksinasi Swadaya

LAPORAN: AGUS DWI
  • Kamis, 02 September 2021, 15:34 WIB
Sulit Dapatkan Vaksin dari Pemerintah, Warga Cilame KKB Gelar Vaksinasi Swadaya
Vaksinasi swadaya warga Cilame, KBB/RMOLJabar
Target tinggi pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19 tak didukung fakta di lapangan. Masih saja ada daerah yang mengeluh sulit mendapatkan stok vaksinasi untuk diberikan kepada warga.

Seperti yang dikeluhkan warga Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang kesulitan untuk mendapatkan suntikan vaksin. Sehingga, mereka berinisiatif untuk menggelar vaksinasi secara swadaya.

Salah satu warga, Amir Efendi (46) mengatakan, digelarnya vaksinasi ini merupakan hasil inisiatif mandiri dari Satgas Covid-19 RT 04 RW 22, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB. Inisiatif itu dilakukan karena tidak adanya kejelasan vaksinasi dari pemerintah.

"Karena dari pemerintah KBB tidak ada informasi yang jelas tentang vaksinasi bagi masyarakat, karena dari pemerintah pusat kan menyatakan bahwa vaksinasi itu harus untuk kesehatan," kata Amir, di lokasi vaksinasi, Kamis (2/9), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

"Akhirnya kami dari Satgas Covid-19 RT 04 bekerjasama dengan ruang kolaborasi Kota Bandung, meminta bantuan untuk vaksin, alhamdulilah dapat," imbuhnya.

Amir mengaku bahagia dengan adanya vaksinasi ini. Pasalnya, banyak warga yang telah mencari suntikan vaksin namun tak kunjung mendapatkan.

"Walaupun hanya 70 dosis, tapi segitu juga alhamdulillah, karena warga sudah ke sana ke mari tapi belum ada vaksin. Kemarin memang ada di puskesmas dan desa. Tapi yang desa itu cuma dijatah dua, sedangkan kami ada ratusan," akunya.‎

"Kalau harus menunggu, kapan kami harus divaksin, sedang program vaksinasi pemerintah sedang gila-gilaan," tegasnya.‎

Amir menyadari betul pentingnya vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi sangat berguna untuk perlindungan dari bahaya Covid-19. Dengan vaksinasi, selain untuk perlindungan diri, vaksinasi juga dapat lebih melindungi keluarga dari Covid-19.‎

"Efek virus Covid-19 kan sangat mengerikan, walaupun sebenarnya virus itu tidak terlihat, tapi efeknya kan berabe. Minimal kita bisa jaga keluarga, makanya kita mau divaksin," jelasnya.‎

Amir berharap, pemerintah KBB dapat memerhatikan warganya yang ingin mendapatkan vaksinasi. Pemerintah KBB hendaknya bisa mencontoh apa yang dilakukan RT 04, untuk menggelar vaksinasi serupa di tempat lain.‎

"Semoga pemerintah KBB bisa menggelar vaksinasi minimal tingkat RW atau tidak bisa tingkat RT. Kita Satgas RT 4 sebagai pemula untuk menyentil saraf mereka," harapnya.‎

"Kita dapat 70 katanya, kalau RW 04 alhamdulilah sudah beres, hampir seluruhnya, karena ada yang sudah nyari kemana-mana, ke Bandung Cimahi dan lain-lain," demikian Amir.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Cilame, Aas Muhammad Asor membenarkan bahwa tingkat vaksinasi di wilayahnya masih sangat rendah. Dari 35.000 warganya, baru 700 yang telah mendapat suntikan vaksin.‎

"Sebelumnya dilaksanakan vaksinasi di Desa itu ada 400, lalu di Puskesmas, dan ada Polri, kurang lebih ada 700 yang sudah divaksin, anak-anak 150, dari total warga kita 35 ribu jiwa," bebernya.‎

"Masih jauh dari target, yang belum itu 34.100, kita sudah mengajukan," imbuhnya.

Aas juga mengakui sulitnya mendapatkan vaksinasi bagi warganya. Pihaknya telah mengajukan berkalai-kali agar warga Desa Cilame mendapat kuota vaksin.

Namun, permintaan itu kerap ditolak dengan berbagai alasan dari Pemerintah KBB.‎

‎"Sebenarnya sudah beberapa kali, tidak hanya untuk warga sini seluruh warga Cilame kita mohonkan. Tapi karena keterbatasan, mungkin juga lagi proses," jelas Aas.‎

‎Aas mengaku, informasi dari Pemerintah KKB terkait vaksinasi dinilai masih kurang. Sehingga, hal itu berdampak rendahnya vaksinasi di desanya.‎

"Memang informasi yang kurang, lalu proses dan prosedurnya, kemudian kemampuan swadaya masih rendah," akunya.‎

Aas menambahkan, pihaknya mengapresiasi adanya warga Desa Cilame yang mampu menggelar vaksinasi mandiri secara swadaya. Menurutnya, hal itu dapat menjadi percontohan oleh wilayah lain.

"Vaksinasi swadaya masyarakat, kita dapat laporan dari Satgas Covid-19 RT 04 bukit permata, pada hari ini dilaksanakan vaksinasi kerjasama dengan ruang kolaborasi," tambahnya.‎

"Tentunya dengan vaksinasi seperti ini, masyarakat bisa duduk tertib, prokes dijalankan tidak ada hambatan," tandasnya.‎
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA