Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menengok Makam Akidi Tio, Sempat Dipenuhi Belukar sebelum Disorot Publik

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 09 Agustus 2021, 14:22 WIB
Belum surut drama donasi Rp 2 triliun fiktif keluarga Akidi Tio, kini publik menyorot makam pengusaha keturunan Tionghoa di Palembang.

Kantor Berita RMOLSumsel melihat langsung bagaimana kondisi makam Akidi Tio yang berada di Jalan Gotong Royong 3, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang.

Lokasi makam Akidi Tio berada tidak jauh dengan pemakaman di TPU Talang Kerikil, yang memang pemakaman Tionghoa atau pun tempat pemakaman Nasrani. Hanya saja, TPU Talang Kerikil berada di Kecamatan Kemuning atau yang kerap disebut warga setempat kawasan kuburan Cina.

Adapun posisi makam Akidi Tio berada di pinggir jalan kecil, yakni Jalan Gotong Royong 3. Sebelum memasuki Jalan Gotong Royong, terlebih dahulu melewati jalan poros MR Sudarman Ganda Subrata, Palembang.

Tak jauh masuk ke dalam Jalan Gotong Royong 3, tampak satu rumah penjaga makam yang diketahui rumah Sulaiman atau yang biasa disapa Pak Leman.

Pria berbadan tambun paruh bayah itu menunjukkan makam Akidi yang tepat bersebrangan dengan rumahnya. "Itu dik makamnya," tunjuk Pak Leman, Senin (9/8).

Ternyata, bentuk dan rupa makam Akidi Tio tak seperti pemakaman orang Tionghoa kebanyakan, yang biasanya didesain mewah dan istimewa.

Sebaliknya, makam Akidi Tio terlihat cukup sederhana,  sama seperti makam orang nasrani pada umumnya. Terlihat dari batu nisan terukir tulisan mandarin dan tertulis juga nama Akidy saja, bukan Akidi Tio yang selama ini selalu muncul dalam pemberitaan di media massa.

Dari batu nisan itu pula tertulis Akidy lahir pada 13 Mei 1920 dan wafat 21 Juni 2009. Di sebelah makam tersebut, ada makam sang istri yang diketahui bernama Ratna seperti tertera yang di batu nisan.

"Kalau ini makam istrinya yang meninggal tahun 2005 lalu," kata Leman.

Tepat membelakangi makam istri Akidi, ada makam anaknya yang bernama Nani, letaknya tepat dipinggir jalan namun posisinya saling membelakangi.

"Satu petak ini makam keluarga dan masih ada satu petak lagi yang kosong tepat di samping makam anaknya. Ini pemakaman Tionghoa yang beragama Nasrani, tapi ada juga yang Budha lokasinya agak ke dalam kalau di pinggir jalan ini mayoritas nasrani," jelas Leman.

Leman mengatakan, sebelumnya kondisi makam dipenuhi tumbuhan belukar rumput liar yang meninggi. Namun Minggu kemarin dirinya disuruh orang yang tidak dikenalnya untuk membersihkan makam karena ada yang mau ziarah.

Sebelumnya Kapolda Irjen Eko Indra Heri sudah menziarahi makam Akidi, Minggu siang (8/8). Namun Leman tak mengetahui jika yang menziarahi tersebut jenderal berbintang dua.

"Sebelumnya ada yang mecari makam Pak Akidi dan mereka sempat nyasar sampai ke TPU Talang Kerikil, karena mereka mencarinya malam hari pakai senter dan saya ditelpon ada yang mau ke rumah saya tepatnya malam minggu," jelasnya.

Ia kemudian diminta untuk membersihkan makam tanpa mengenal sosok yang melakukan ziarah tersebut.

"Kalau pihak keluarga atau ibu Heryanty saya pasti kenal. Besok paginya saya bersihkan tapi saya tidak tahu yang ziarah itu Pak Kapolda, " jelasnya.

Ketika ditanya ikhwal sumbangan Rp 2 triliun, Leman tidak mengetahui jika sosok keluarga almarhum yang pernah mengehbohkan dengan jumlah yang dinilai fantastis.

"Tidak tahu. Kerja saya cuman ngurus makam saja," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA