Farah.ID
Farah.ID

BNPB Bantu Redamkan Karhutla akibat Erupsi Lava Pijar di Gunung Ile Lewotok

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 29 Juli 2021, 22:27 WIB
BNPB Bantu Redamkan Karhutla akibat Erupsi Lava Pijar di Gunung Ile Lewotok
Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar lereng Gunung Ile Lewotolo, di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 29 Juli/Repro
Lontaran lava pijar erupsi Gunung Ile Lewotolok menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar lereng, di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Informasi tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Lembata pada hari ini, Kamis (29/7).

Menghadapi api yang membakar kawasan hutan dan lahan di lereng gunung, pemerintah daerah telah melakukan upaya pemadaman api sejak dini. Namun demikian, kini api belum dapat dikendalikan sepenuhnya hingga saat ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali menerangkan, api sulit dipadamkan karena petugas yang dibantu masyarakat setempat hanya menggunakan peralatan manual.

"Keterbatasan peralatan pendukung dan kendala fisik di lapangan, termasuk titik-titik api tersebut masih berada dalam kawasan rawan bencana, radius tiga kilometer dari puncak gunung," ujar Paskalis dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7).

Pemerintah Kabupaten Lembata telah meminta dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT untuk melakukan pemadaman udara dengan helikopter.

"Pemerintah kabupaten mengharapkan dengan pengeboman air atau water-bombing, pemadaman dapat dilakukan dengan efektif tanpa risiko korban jiwa mengingat lokasi berada pada radius berbahaya erupsi gunung api," tambah Paskalis.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, dijalankan hari ini

"Menyikapi situasi tersebut, Kepala BNPB telah memerintahkan jajarannya untuk menggerakkan helikopter water-bombing untuk membantu pemadaman dan mencegah potensi kejadian serupa mengingat kondisi Gunung Ile Lewotolok masih aktif," tuturnya.

Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 28 Juli 2021, pukul 00.00 �" 06.00 Wita, Gunung Ile Lewotolok mengalami erupsi yang disertai dentuman kuat dan lontaran lava pijar.

Material vulkanik terlontar hingga 700 �" 800 meter ke arah selatan-barat daya. Saat itu, asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi sekitar 50 hingga 1.000 meter dari puncak gunung.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu lalu (28/9) dikhawatirkan dapat mengancam rumah-rumah adat, lahan dan pemukiman warga setempat.

Sementara itu, kondisi aktivitas vulkanik pada tingkat III atau ‘Siaga’ perlu dicermati para petugas dan warga yang melakukan pemadaman api.

Terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok, PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

"Hingga saat ini BNPB terus memonitor kondisi penanganan karhutla dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lembata," pungkas Abdul Muhari.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA