Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Warga Setempat Mengungsi Ke Dataran Tinggi Usai Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Tojo Una-Una

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 26 Juli 2021, 22:23 WIB
Warga Setempat Mengungsi Ke Dataran Tinggi Usai Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Tojo Una-Una
Ilustrasi gempa/Net
Gempa bumi dengan kekuatan 6,5 magnitudo di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, pada Senin (26/7) pukul 19.09 WIB membuat panik masyarakat setempat.

Berdasarkan video yang dibagikan Humas Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB), warga setempat nampak berhamburan ke luar rumah, dan jalan raya mulai ramai lalu lalang kendaraan bermotor dalam kurun waktu beberapa menit setelah gempa bumi.

"Kondisi di jalan raya Ampana (Tojo Una-Una, Sulawawesi Tengah) saat ini orang sudah naik ke dataran tinggi semua.INi karena gempa yang barusan lebih kuat darigempa yang siang tadi," ujar seorang perekam video yang dibagikan Humas BNPB kepada wartawan, Senin malam (26/7).

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una Una melaporkan guncangan kuat selama 3 detik dirasakan warga.

"Saat gempa terjadi, warga panik hingga keluar rumah. Pantauan BPBD menyebutkan warga mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota. Jaringan listrik masih diberitakan padam dan belum ada laporan kerusakan pascagempa," terang Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Abdul Muhari juga menjelaskan, kejadian serupa juga dirasakan warga di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Katanya, gempa dirasakan kuat selama 3 detik dan warga sempat panik keluar rumah.

"BPBD Kabupaten Banggai juga melaporkan guncangan kuat dirasakan warganya. Mereka juga mengalami kepanikan, namun demikian kondisi sudah normal Kembali. Belum ada laporan kerusakan dari BPBD setempat," tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Muhari menjelaskan kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity menunjukkan V-VI MMI di Ampana, V MMI di Poso dan Morowali, III-IV MMI di Bolaang Mongdow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobago, Buol dan Bone, II-III MMI di Bobong, Konawe Utra, Tomohon, Manado, Kolaka Utara dan Masamba, serta II MMI di Mamuju Tengah dan Polewali.

Parameter VI MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan, sedangkan V MMI menggambarkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Parameter gempa menunjukkan pusat gempa terjadi 59 km timur laut Tojo Una-Una dengan kedalaman 10 km. Titik gempa ini berada di laut. Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak berpotensi tsunami. Sedangkan gempa yang terjadi pada Senin pagi, pukul 10.52 WIB, pusat gempa berada 55 km timur laut Tojo Una-Una dengan kedalaman yang sama, 10 km.

Dilihat dari jenis dan mekanisme gempa bumi, fenomena yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena sesar Lokal. Analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan normal atau normal fault.

Hingga pukul 19.40 WIB, hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa susulan atau aftershock sebanyak satu kali dengan Magnitudo 3,4.

"Menyikapi parameter gempa, BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD di wilayah yang merasakan guncangan kuat gempa. Sedangkan BMKG memberikan rekomendasi kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta untuk menjauhi pantau sementara waktu dan tetap tenang," tutur Abdul Muhari.

"BNPB mengimbau warga untuk tidak panik dan memantau situasi atau informasi dari sumber resmi, seperti dari BMKG, BNPB maupun BPBD setempat," pungkasnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA