Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Antisipasi Massa "Jokowi End Game" Water Canon Disiapkan Di Depan Kampus Trisakti

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Sabtu, 24 Juli 2021, 10:33 WIB
Antisipasi Massa
Kendaraan taktis watercanon yang diparkir di depan kampus Tri Sakti/Net
Ribuan personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengantisipasi unjuk rasa tolak PPKM bertema "Jokowi End Game" yang direncanakan digelar hari ini.

Untuk menghalau massa aksi, pihak kepolisian mensiagakan kendaraan taktis water canon di depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Kendaraan penghalau massa itu diparkir persis di bawah fly over putaran atau U turn.

Terlihat motor trail anggota Brimob berikut 5 unit truk polisi terpakir di sekitar lokasi. Hingga saat ini, massa aksi belum terlihat. Kondisi arus lalu lintas pun terpantau lancar.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto menyampaikan sebanyak 3.385 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa menolak PPKM.

Ia mengatakan, ribuan perseonel tersebut telah disiagakan sejak pukul 07.00 pagi tadi. Dari seluruh personel tersebut digelar di beberapa titik, mulai dari kawasan Monas, sekitar Istana Negara hingga di kawasan gedung DPR MPR.

Sebuah poster berisi ajakan menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat beredar di jejaring media sosial. Disebutkan bahwa demonstran akan melakukan longmarch dari Glodok menuju Istana Negara.

"Jokowi End Game: Mengundang seluruh elemen masyarakat! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian bunyi ajakan dalam poster tersebut, Jumat (23/7).

Poster ini turut mencantumkan sejumlah lambang, mulai dari Gojek, Grab, dan Shopee Food. Tertera pula lambang aliansi mahasiswa dan paguyuban pedagang kaki lima.

Namun demikian, tidak ada kontak person yang tercantum dalam sebaran tersebut.

Aksi menolak PPKM sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah di tanah air. Teranyar di Bandung, Jawa Barat. Di mana mahasiswa dan para driver ojol sempat meneriakkan kata “revolusi”.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA