Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Prokes Ketat, DKM Al Aqsha Delatinos BSD Potong 127 Hewan Kurban

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 23 Juli 2021, 16:57 WIB
Prokes Ketat, DKM Al Aqsha Delatinos BSD Potong 127 Hewan Kurban
Proses pemotongan hewan kurban oleh DKM Masjid Al Aqsha Delatinos BSD, Serpong/Net
Masjid Al Aqsha Delatinos BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, kembali dipercaya oleh jamaah dan umat Islam sebagai penyaluran hewan kurban Idul Adha 1442 H.

Tahun ini, Masjid Al Aqsha Delatinos BSD kemabali mencetak rekor. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memotong dan mendistribusikan 127 hewan kurban yang terdiri dari 67 sapi serta 60 kambing/domba. 

"Alhamdulillah, kami tidak menduga, dalam situasi seperti ini pandemi Covid-19, semangat berkurban masih sangat tinggi di kalangan jamaah," kata Ketua DKM Al Aqsha Delatinos BSD, Abu Humaira, Jumat (23/7).

Apa yang disampai Abu Humaira itu ada benarnya, karena dalam situasi PPKM Darurat, sejak awal diperkirakan perolehan hewan kurban akan sedikit terkendala. Namun ternyata tidak, rasa membantu jamaah makin tinggi.

"Bisa serupa tahun lalu saja sudah bagus, tapi kenyataannya tambah dan tambah terus, sampai-sampai kita harus membatasi. Jika tidak bisa naik terus," ujar Abu Humaira.

Di sisi lain, panitia yang terlibat dalam kurban kali ini juga menjalani pemeriksaan ketat. Tidak semua bisa turut serta karena harus lolos dari screening negatif Covid-19.

"Lebih ketat dari tahun lalu, kami benar-benar ketat. Semua pekerja dan panitia yang terlibat harus swab dulu di klinik Al Aqsha," katanya.

Agar semua tertangani dengan baik, karena masa PPKM Darurat, panitia kurban juga mengurangi pekerja pemotongan agar tidak timbul kerumunan. Mereka juga harus memiliki lisensi MUI dalam memotong hewan kurban.

Untuk mempermudah penanganan hewan kurban, panitia juga memutakhirkan alat, diantaranya menggunakan gergaji mesin untuk memotong karkas, dan menyiapkan container refrigerator 20 feet (kulkas container).

"Karena kami juga enggak bisa menyerahkan ke RPH (rumah potong hewan) karena jumlahnya banyak, sehingga kami potong sendiri dan kami awasi mutu serta atur kecepatan potongnya. Sehingga selama hari tasriq semua sudah sampai ke mustahiq (penerima daging qurban)," tambah Abu Humaira.
 
Alat perebah sapi yang tahun lalu masih manual, saat ini juga sudah dilengkapi hidrolik, sehingga lebih efisien. Meskipun alat ini dikhususkan untuk memotong sapi berbobot 400 kg ke atas.

"Dalam situasi seperti ini, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyiapkan ini semuanya (kulkas container), karena yang kita inginkan adalah pemotongan yang efisien dan daging berkualitas sampai pada mustahiq," kata anggota Dewan Pembina DKM, Surya Sidharta.

Untuk kurban tahun ini, DKM Al Aqsha memang melakukan improvement besar-besaran, karena sapi sebanyak itu dengan bobot rata-rata 400-600 kg diperlukan pemotongan yang bersih dan cepat, tapi dilakukan dengan tenaga yang minimal karena prokes yang perlu dijaga.

Untuk semua yang terlibat dalam proses pemotongan, mereka di swab antigen oleh Aqsha Klinik. Dan beberapa titik pemotongan, dibuat perimeter yang tak bisa ditembus oleh orang yang tak bertanda.

"Menjaga prokes agar tak banyak orang berkumpul, sementara sebegitu banyak hewan kurban memang tantangan tersendiri. Termasuk muqorib yang hanya boleh menyaksikan qurban via zoom, mereka tidak boleh datang," katanya.

Setelah itu sekitar 2.500 kantong daging yang dihasilkan tidak boleh diambil ke masjid.

"Kami meletakkan di simpul-simpul penjemputan tersendiri," kata Sekretaris DKM Al Aqsha, Yayan Mulyana menambahkan.

Daging kurban selain dibagikan kepada sub sistem pendukung kehidupan di Delatinos, mulai dari penyapu jalan driver, serta sekuriti dan pembantu rumah tangga, juga masjid dan mushola di sekitar masjid yang tak menyelenggarakan kurban.

Ada juga yang dikirim ke pondok pesantren, yayasan yatim piatu dan desa-desa tertinggal sampai ke wilayah Bogor, tempat yang tak bisa diakses oleh mobil.

Untuk daging yang dikirim ke luar, semua sudah disembelih ke masjid. Sejak awal DKM memang punya prinsip bahwa penyembelihan harus dilakukan di masjid, tidak ada hewan kurban hidup yang keluar dari masjid setelah diserahkan muqorib kepada DKM.

"Semua harus terpotong di sini. Kalau tidak, bisa menimbulkan fitnah," tambah Yayan mengakhiri.

ARTIKEL LAINNYA