Farah.ID
Farah.ID

Puskesmas Buka 24 Jam Jadi Jihad Nakes Di Surabaya Tangani Covid-19

LAPORAN: AGUS DWI
  • Jumat, 16 Juli 2021, 15:33 WIB
Puskesmas Buka 24 Jam Jadi Jihad Nakes Di Surabaya Tangani Covid-19
Ilustrasi tenaga medis Covid-19/Net
Perjuangan para tenaga kesehatan (nakes) dalam merawat pasien Covid-19 agar sembuh tak hanya dilakukan di rumah sakit. Para nakes di Puskesmas pun melakukan perjuangan yang sama.

“Kami merawat warga yang isoman, kami juga melakukan vaksinasi, lalu 3T (tracing, testing, dan treatment) tetap kami jalankan. Dan pelayanan umum juga tetap buka,” jelas Kepala Puskesmas Ketabang Surabaya, Joyce Hestia Nugrahanti, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (15/7).

Namun, dengan tenaga nakes yang berjumlah 41 orang, Joyce mengaku terkadang sedikit mengalami kesulitan dalam membagi kegiatan.

Misalnya, pada hari yang sama terdapat pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal, swab massal, dan penanganan pasien terpapar, hingga tetap melakukan 3T.

Kondisi makin berat karena beberapa nakes juga harus melakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

“Kita buat prioritas. Mana lokasi yang membutuhkan dokter, atau perawat, atau bidan yang menjadi tim swaber. Misal skrining, biasanya bisa tim swaber bisa juga nakes yang lain. Kita harus mengatur sedemikian rupa supaya dokter kami yang hanya lima orang ini bisa menghandel semuanya,” paparnya.

Tidak berhenti sampai di situ, puskesmas yang kini buka 24 jam itu menjadi tantangan tersendiri bagi para nakes untuk menjaga semangat.

Menurutnya, pada kondisi saat inilah jadi jihadnya para nakes. Meskipun beban kerjanya dinilai semakin berat, dengan jumlah personel yang sedikit ia mengajak jajarannya untuk selalu semangat menjaga stamina.

“Saya sampaikan, jihadnya nakes sekarang, bagaimana caranya dengan jadwal kerja yang banyak tetap sehat. (Konsumsi) vitamin, istirahat berkualitas, sehingga tetap sehat dan kuat. Kalau yang jaga malam besoknya kita upayakan untuk off atau libur,” urai dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rangkah Dwiastuti Setyorini mengaku jam istirahatnya jadi berkurang karena lembur setiap hari.

Satu hal yang menjadi pesannya kepada para nakes adalah untuk tidak terlambat makan. Ini menjadi penting supaya imun para nakes tidak menurun sehingga bisa maksimal dalam melayani warganya.

“Saya juga berpesan kepada nakes yang mayoritas adalah perempuan. Sampaikan kepada suaminya agar dapat mengerti keadaaan saat ini,” kata Ririn sapaan lekatnya.

Ririn menambahkan, saat ini Kota Pahlawan sangat membutuhkan relawan di bidang tenaga kesehatan.

“Ini adalah saatnya kita itu diuji apakah kita ini benar-benar tenaga kesehatan atau tidak. Apalagi wilayah Tambaksari ini lumayan luar biasa tantangannya,” pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA