Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Densus 88: Medsos Jadi Sarana Penyebaran Paham Radikalisme Dan Intoleransi

LAPORAN: IDHAM ANHARI
  • Jumat, 28 Mei 2021, 16:45 WIB
Densus 88: Medsos Jadi Sarana Penyebaran Paham Radikalisme Dan Intoleransi
Diskusi Peranan Medsos dalam Mengarus Utama Pancasila di Jakarta Selatan/Ist
Cukup mengkhawtirkan bahwa media sosial merupakan satu sarana yang subur bagi perkembangan radikalisme dan intoleransi. Karena medsos dapat merubah karakter seseorang dalam waktu singkat.

Demikian dikatakan perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Brigjen Ibnu Suhendra dalam acara diskusi bertajuk Peranan Medsos dalam Mengarus Utama Pancasila di Jakarta Selatan, Jumat (28/5).

"Kami kerap merasa khawatir dengan medsos yang sering dimanfaatkan untuk penyebaran radikalisme, intoleransi dan terorisme. Orang dengan mudah menemukan ajaran-ajaran tentang panduan bom bunuh diri atau mati syahid serta ajaran radikal lainnya," kata Brigjen Ibnu.

Hal tersebut, kata Ibnu, terbukti saat ada satu keluarga yang rela untuk jadi pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Makassar karena mengikuti kajian-kajian di Medsos.

Hal senada juga disampaikan Budayawan yang juga sebagai Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susatyo, dia juga menyatakan keprihatian dengan kondisi penggunaan medsos di tanah air.

”Tantangan kita adalah menjaga martabat bangsa, maka kita harus menjaga Pancasila di ranah media sosial. Kalau menjalankan Pancasila berarti kita menjalankan agama yang benar. Kita harus menjadikan medsos sarana membangun. Namun saat ini, medsos sering menjadi sarana penghancuran. Mari kita lawan hal tersebut dan  jadikan medsos jadi sarana menebarkan kebaikan," katanya.

Romo menambahkan pentingnya mengarus utamakan pancasila dalam dalam sistim pendidikan nasional  karena ini menjadi kebutuhan dasar bagi anak-anak bangsa merajut ke indonesian.
EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA