Farah.ID
Farah.ID

Aktivitas Gempa Pesisir Selatan Jawa Meningkat, BMKG Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Sabtu, 22 Mei 2021, 05:31 WIB
Aktivitas Gempa Pesisir Selatan Jawa Meningkat, BMKG Imbau Pemda Tingkatkan Kewaspadaan
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/Net
Aktivitas gempa yang terjadi sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang terus meningkat harus jadi kewaspadaan bagi seluruh pemerintah daerah di wilayah-wilayah tersebut.

Dari data yang dimiliki Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Mei 2021 terjadi peningkatan signifikan atas kejadian gempa di pesisir selatan Jawa setelah guncangan gempa yang terjadi pada April lalu di selatan Jawa Timur.

"Ini harus dibuka, ini bukan data rahasia, dan kami mohon dengan informasi ini, terutama pemerintah daerah di wilayah sepanjang pesisir Jawa maupun provinsi yang memiliki pesisir selatan, perlu mewaspadai aktivitas kegempaan yang signifikan," ucap kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat malam (21/5).

Terkait kewaspadaan ini, Dwikorita meminta selurh Pemda memantau kondisi konstruksi bangunan di wilayahnya. Terutama fasilitas publik, seperti gedung sekolah dan perkantoran apakah sudah sesuai dengan standar bangunan tahan gempa.

Ini merupakan bagian dari langkah antisipasi peningkatan kejadian gempa bumi, yang berdasarkan sejarah kegempaan di wlayah tersebut dapat melampau magnitudo 6 dan berpotensi tsunami.

Gempa, lanjut Dwikorita, tidak bisa dipastikan kapan terjadinya. Namun, hal itu tidak perlu ditanggapi dengan kepanikan.

Untuk itu, hars segera disiapkan bangunan yang cukup kuat terhadap gempa.

"Gempa ini merupakan alarm untuk kita segera menyiapkan aspek keselamatan bangunan dan evakuasi apabila skenario terburuk terjadi," ujarnya.

Gempa melanda Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Jumat malam sekitar pukul 19.09 WIB, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam Lempeng Eurasia," jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangannya di Jakarta, (21/5).

BMKG semula menyatakan gempa yang berpusat di laut sekitar 57 kilometer arah tenggara Kabupaten Blitar di kedalaman 110 kilometer itu bermagnitudo 6,2. Namun, kemudian direvisi menjadi magnitudo 5,9.

Menurut hasil monitoring BMKG, hingga pukul 20.00 WIB terjadi dua kali gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,1 dan 2,9 setelah gempa dengan magnitudo 5,9 yang mengguncang Blitar dan terasa hingga Yogyakarta dan daerah lainnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA