Farah.ID
Farah.ID

Bedah Kawasan, Bazis DKI Bangun 42 Rumah Rusak Dan Tak Layak Huni

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Jumat, 21 Mei 2021, 20:46 WIB
Bedah Kawasan, Bazis DKI Bangun 42 Rumah Rusak Dan Tak Layak Huni
Konsep bedah rumah Baznas (Bazis) DKI di Kampung Melayu/Ist
Baznas (Bazis) DKI Jakarta membangun 42 rumah dalam kondisi rusak berat dan tidak layak huni di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pembangunan itu dilakukan melalui Program Bedah Rumah Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Program bedah rumah ini merupakan program tahunan Baznas (Bazis) DKI dan terdapat ratusan rumah dibedah setiap tahunnya.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Bazis DKI, Saat Suharto Amjad menjelaskan, inovasi program bedah rumah yang dilaksanakan oleh Baznas (Bazis) DKI Jakarta menggunakan konsep bedah Kawasan.

Detailnya, ada 18 rumah dibedah dan 24 rumah bedah tampak dibangun dengan konsep bedah kawasan sebagai program tahunan bedah rumah Baznas (Bazis) DKI.

Harapannya, masyarakat memperoleh rumah dan kawasan yang lebih layak huni, yaitu kampung yang sehat, kampung berdaya, kampung beriman, dan kampung tanggap bencana.   

Konsep rumah dibangun dengan bentuk kampung vertikal. Desain dan model rumah juga dibangun berbentuk rumah panggung dan difasilitasi dengan jalur evakuasi (evacuation route) untuk kesiapan merespons bencana, semisal banjir atau bencana lainnya. Dengan konsep ini, kawasan tersebut diharapkan lebih tangguh terhadap bencana.  

Saat Soeharto menjelaskan, penataan kampung tangguh bencana menggunakan konsep dasar Kampung Regeneration. Penataan tersebut dimulai dari identifikasi kerawanan dan cara untuk meminimalisirnya.

“Program bedah kawasan ini merupakan respon atas problem masyarakat DKI, yang ingin menghadirkan kampung yang memiliki ruang sosial, ruang ekonomi, dan tangguh terhadap bencana," demikian penjelasan Saat Soeharto.

Merujuk pada konsep, kampung tangguh bencana setidaknya menyediakan tiga ruang atau zona bagi masyarakat, yaitu zona pendidikan, zona bermain dan zona ekonomi.

Dengan konsep tersebut, kawasan diharapkan lebih layak huni bagi warga.

Di setiap sudut jalan kampung, juga akan dihiasi dengan street art untuk memperindah kampung.

Selain itu memanfaatkan gang-gang rumah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Di kawasan kampung akan diterapkan zero waste melalui penyediaan pembuangan sampah pengelolaan sampah komunal. Selain itu juga dibangun sumur serapan di dalam kawasan.

ARTIKEL LAINNYA