Farah.ID
Farah.ID

Antisipasi Mudik Lebaran, 158 Titik Penyekatan Di Jabar Beroperasi Besok

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 05 Mei 2021, 18:59 WIB
Antisipasi Mudik Lebaran, 158 Titik Penyekatan Di Jabar Beroperasi Besok
Pos penyekatan larangan mudik yang dijaga oleh pihak Kepolisian/Net
Sejumlah daerah yang menjadi tujuan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah sudah mulai menyiapkan langkah antisipatif menghalau masuknya orang yang kemungkinan membawa virus Covid-19 mulai besok.

Tak terkecuali, otoritas pemerintah daerah yang berada di Jawa Barat yang bakal menyiapkan 158 pos penyekatan mudik lebaran di perbatasan jalan tol dan arteri Jawa Barat (Jabar).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, penyekatan akan berlangsung mulai besok 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang, dan akan dilakukan petugas gabungan yang terdiri dari aparat pemerintah daerah hingga TNI-Polri.

Para petugas, diterangkan Ridwan Kamil, akan mencegah masuknya pelaku perjalanan lintas batas wilayah yang nekat mudik dengan skema penyekatan secara komprehensif.

"Penyekatan di Jabar itu terus dilakukan. Ada 158 titik penyekatan termasuk jalan-jalan tikus, dan juga sudah diatur sedemikian rupa oleh tim TNI/Polri,” ucap sosok yang kerap disapa Kang Emil ini usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Halaman Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (5/5).

Selain menjadi daerah tujuan mudik, Jabar menjadi titik pertama masuk warga DKI Jakarta maupun Banten menuju ke arah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Maka dari itu, Ridwan Kamil meminta petugas bersiaga 24 jam untuk mencegah pemudik selama masa penerapan aturan peniadaan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Karena ada perbincangan di media sosial, para pemudik curi-curi waktu ketika penjaga tengah beristirahat. Jadi harus dibagi dalam 3 sif dalam 24 jam," tuturnya.

Lebih lanjut, Ridwan Kamil meminta pemerintah desa dan kelurahan menyiapkan tempat karantina bagi pemudik, baik lintas provinsi maupun kabupaten/kota. Tujuannya adalah untuk menghalau masuknya virus Covid-19 dari luar daerah Jawa Barat yang dibawa oleh para pemudik yang kemungkinan positif namun belum terdeteksi.

“Kepala desa, RT/RW sudah menyiapkan ruang-ruang karantina untuk memastikan orang yang datang itu bisa dikarantina selama lima hari di tempat masing-masing. Karena dalam teorinya, masih ada kelompok orang sekitar tujuh persen yang tetap memaksa mudik," ungkapnya.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksa melakukan mudik. Karena punya potensi membawa keterpaparan kepada orang tua kita yang usianya sepuh dan belum sempat divaksin,” imbuhnya.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA