Farah.ID
Farah.ID

Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 India, Gubernur Banten Minta Petugas Lebih Tegas

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 05 Mei 2021, 16:47 WIB
Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 India, Gubernur Banten Minta Petugas Lebih Tegas
Gubernur Banten, Wahidin Halim/Net
Varian baru virus corona asal India telah masuk ke Indonesia, bahkan terdeteksi berada di Kota Tangerang Selatan.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (5/5).

Untuk mengantisipasi penyebaran, seluruh pembatasan aktivitas sosial termasuk pelarangan mudik terus diperketat.

"Sekarang varian India udah masuk di Tangsel (Tangerang Selatan)," ujar Wahidin Halim, dikutip Kantor Berita RMOLBanten
Meski begitu, Wahidin tak membeberkan secara jelas varian virus corona dari India yang dimaksud apakah B1617 atau B117 varian Inggris yang juga menyebar di India.

Yang pasti WH mewanti-wanti jangan sampai gelombang tsunami virus corona India terjadi di Banten.

"Kita wanti-wanti pemerintah itu khawatirnya di situ (terjadi gelombang tsunami seperti di India)," katanya.

Mantan Walikota Tangerang itu mengkhawatirkan aktivitas setelah lebaran, masyarakat yang tidak mudik akan melakukan halal bihalal, wisata, dan ke mall atau pusat perbelanjaan sehingga berpotensi terjadi penularan Covid-19.

"Kalau orang Tanggerang tidak boleh ke pantai di Banten bahaya mungkin bisa diminimalisir. Pariwisata yang dibuka bisa menimbulkan kerumunan masyarakat dari wilayah luar. Kecuali kalau hanya untuk wisatawan lokal," papar.

Selain pelarangan mudik, sambung WH, seluruh pusat perbelanjaan, hingga kegiatan keagamaan yang dapat menimbulkan kerumunan juga perlu diperketat agar tidak terjadi ledakan Covid-19.

"Kita agak perketat sekarang kalau enggak (ingin) kaya India. Itu kan di sana karena ritual agama," jelasnya.

WH pun meminta gugus tugas berikut aparat kepolisian untuk bertindak secara tegas dalam penegakan hukum penanganan Covid-19. Jadi, bubarkan saja jika ditemukan kerumunan.

"Kerumunan dibubarkan, polisi mulai galak sekarang," demikian Wahidin Halim.
EDITOR: AGUS DWI