Puluhan PMI Dikarantina Usai Ketahuan Mudik, Mayoritas Dari Malaysia

PMI baru datang dan langsung masuk ke Tempat Karantina di Kabupaten Probolinggo/RMOLJatim

Sebanyak 20 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri atau mudik sedang menjalani karantina selama 5 (lima) hari di Rumah Isolasi Sari Indah Gending, Probolinggo sambil menunggu hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati.

“Status para PMI itu adalah negatif hasil swab PCR di Wisma Haji Surabaya. Hanya saja kalau mau keluar karantina, syarat diagnosanya harus dua kali negatif swab PCR,” kata Dyah Kuncarawati dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (4/5).

Menurut Dyah, dua kali negatif hasil swab PCR ini dilakukan pada saat di Wisma Haji Surabaya, dan ketika sampai di Kabupaten Probolinggo saat menjalani karantina minimal 5 (lima) hari.

“Jadi posisi para PMI di SI (Sari Indah) ini masih menunggu hasil swab PCR kedua. Mereka ditempatkan di SI karena pada saat tiba di Kabupaten Probolinggo, tempat karantina di Puskesmas Maron sudah terisi penuh. Waktu itu ada sekitar 34 orang PMI, tetapi hari ini sudah pulang semua karena hasilnya sudah negatif,” jelasnya.

Selama menjalani karantina 5 hari, jelas Dyah, aktivitas para PMI ini di antaranya melakukan olahraga, mendapatkan bimbingan psikologi, bimbingan rohani, vitamin dan makan. Jadi statusnya sama dengan orang confirm tanpa gejala.

“Rata-rata dari luar negeri para PMI ini berasal dari Malaysia dan Singapura. Tetapi yang paling banyak adalah Malaysia. Setelah dinyatakan negatif, mereka diharapkan dikarantina selama 14 hari di desa melalui PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Skala Mikro,” terangnya.

Dyah mengaku kesulitan mencegah kedatangan PMI. Karena di samping mereka pulang mudik, ada juga yang dideportasi karena surat izinnya habis atau paspor visanya habis.

“Jadi memang mereka terpaksa untuk pulang dan kalau wilayah rumahnya di Kabupaten Probolinggo tetap akan diterima,” ujarnya.

Lebih lanjut Dyah menerangkan, salah satu antisipasi yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari kedatangan PMI ini adalah dengan melakukan karantina minimal 5 hari itu. Jadi dari Wisma Haji Surabaya mereka tidak dijemput keluarganya, tetapi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo yang menjemputnya.

“Kalau dari Surabaya langsung dijemput keluarganya, statusnya blank karena cuma satu kali swab. Padahal diagnosa harus dua kali hasil swab PCR negatif. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Jawa Timur tidak akan melepas PMI kalau tidak dijemput Satgas Covid-19 masing-masing daerah,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Pesan May Day Airlangga Hartarto

Sabtu, 01 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Politik Labelisasi & Kepuasan Publik

Selasa, 04 Mei 2021
Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H Pada 11 Mei 2021
Nusantara

Kemenag Gelar Sidang Isbat A..

06 Mei 2021 00:12
Tito Putuskan Perpanjang PPKM Mikro Di 30 Provinsi
Nusantara

Tito Putuskan Perpanjang PPK..

05 Mei 2021 20:21
Dimulai Dari Papua Hingga Sumatera, NU CARE Salurkan Zakat Fitrah Dari Tokopedia Salam
Nusantara

Dimulai Dari Papua Hingga Su..

05 Mei 2021 19:25
Antisipasi Mudik Lebaran, 158 Titik Penyekatan Di Jabar Beroperasi Besok
Nusantara

Antisipasi Mudik Lebaran, 15..

05 Mei 2021 18:59
Jakarta Resmi Berlakukan SIKM, Begini Cara Mengurusnya
Nusantara

Jakarta Resmi Berlakukan SIK..

05 Mei 2021 17:04
Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 India, Gubernur Banten Minta Petugas Lebih Tegas
Nusantara

Antisipasi Penyebaran Varian..

05 Mei 2021 16:47
Tak Terima THR Secara Penuh, ASN Jabar Diminta Emil Tunjukkan Sikap Bela Negara
Nusantara

Tak Terima THR Secara Penuh,..

05 Mei 2021 15:48
Ratusan Paket Lebaran Dan THR Dibagikan IIPG Kepada Tenaga Kesehatan
Nusantara

Ratusan Paket Lebaran Dan TH..

05 Mei 2021 15:08