Alumni UHO: Pelaporan Senat Universitas Haluoleo Di Bareskrim Polri Hanya Ajang Cari Panggung

Alumni Universitas Haluoleo Jabodetabek, Irwan/Net

Pelaporan Senat Universitas Haluoleo (UHO) ke Bareskrim Polri jelang pemilihan rektor tidak lebih sekadar ajang cari panggung.

Begitu dikatakan alumni Universitas Haluoleo Jabodetabek, Irwan soal pelaporat Senat UHO ke Bareskrim Polri oleh Syawal Ampena.

Menurut Irwan, pelaporan tersebut tanpa dasar dan hanya sekedar ingin mencari-cari kesalahan, serta memperkeruh suasana dan kondusifitas momen pemilihan Rektor UHO.

"Ini hanya sekedar mencari kesalahan tanpa paham unsur pasal UU 19/2016 tentang ITE yang dimaksudkan oleh pria brewok (Syawal Ampena) itu dalam pernyataannya disalahsatu media online," ujar Irwan dalam keterangannya, Senin (3/5).

"Kalau dia paham, harusnya yah datang mengklarifikasi dan menguji kebenaran ke Kemendikbud, bukan lewat pernyataan media satu ke media lainnya, kan terkesan tidak akademis, apalagi Ketua Senat UHO sejauh ini tidak menimbulkan kebencian antar induvidu, ras atau golongan sesuai apa yang tertafsir dalam UU ITE," imbuhnya.

Irwan menekankan bahwa pernyataan Syawak terkesan hanya menyudutkan pribadi, bukan melihat ungkapan Takdir Saili dari sudut pandang jabatannya sebagai Ketua Senat UHO.

"Kok terkesan menyudutkan Prof Takdir, ini kan bisa menjurus ke arah pencemaran nama baik, apalagi Prof Takdir mengeluarkan pernyataan atas nama institusi dan dilindungi oleh undang-undang," jelasnya.

Sebagai informasi, tahapan pemilihan rektor UHO saat ini tertunda akibat adanya dugaan plagiasi oleh salah satu bakal calon rektor, Prof Zamrun Zirihu.

Pada kasus itu, Ketua Senat UHO Prof Takdil Saili telah menyambangi Kemendikbud Dikti dan menyimpulkan bahwa Rektor UHO Prof Zamrun Firihu tidak terindikasi plagiasi.

Tidak terima dengan pernyataan Takdil, kemudian Syawal Ampera yang mengatasnamakan diri sebagai Pemerhati Anti Plagiasi Sulawesi Tenggara mengaku akan melaporkan Ketua Senat UHO Ke Bareskrim Polri atas asumsinya soal penyebaran kabar bohong alias hoax.

Bagi Irwan, perlu ditelusuri juga pemahaman Syawal pada kasus itu. Termasuk juga lembaga yang dia bawa untuk membuat laporan ke Bareskrim Polri.

"Harus ditelusuri apakah lembaga ini benar-benar resmi ataukah hanya terkesan dibuat-buat untuk cari panggung dalam menanggapi momentum Pilrek," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Pesan May Day Airlangga Hartarto

Sabtu, 01 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Politik Labelisasi & Kepuasan Publik

Selasa, 04 Mei 2021
Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H Pada 11 Mei 2021
Nusantara

Kemenag Gelar Sidang Isbat A..

06 Mei 2021 00:12
Tito Putuskan Perpanjang PPKM Mikro Di 30 Provinsi
Nusantara

Tito Putuskan Perpanjang PPK..

05 Mei 2021 20:21
Dimulai Dari Papua Hingga Sumatera, NU CARE Salurkan Zakat Fitrah Dari Tokopedia Salam
Nusantara

Dimulai Dari Papua Hingga Su..

05 Mei 2021 19:25
Antisipasi Mudik Lebaran, 158 Titik Penyekatan Di Jabar Beroperasi Besok
Nusantara

Antisipasi Mudik Lebaran, 15..

05 Mei 2021 18:59
Jakarta Resmi Berlakukan SIKM, Begini Cara Mengurusnya
Nusantara

Jakarta Resmi Berlakukan SIK..

05 Mei 2021 17:04
Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 India, Gubernur Banten Minta Petugas Lebih Tegas
Nusantara

Antisipasi Penyebaran Varian..

05 Mei 2021 16:47
Tak Terima THR Secara Penuh, ASN Jabar Diminta Emil Tunjukkan Sikap Bela Negara
Nusantara

Tak Terima THR Secara Penuh,..

05 Mei 2021 15:48
Ratusan Paket Lebaran Dan THR Dibagikan IIPG Kepada Tenaga Kesehatan
Nusantara

Ratusan Paket Lebaran Dan TH..

05 Mei 2021 15:08