Siap-siap Masuk Tenda Karantina Jika Nekat Mudik Ke Semarang

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi/Net

Larangan mudik dari pemerintah pusat sejak tanggal 6-17 Mei 2021, membuat Pemerintah Kota Semarang menyiapkan berbagai alternatif cara jika ada masyarakat yang nekad masuk wilayah Kota Semarang saat tanggal larangan mudik tersebut.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan akan ada posko penyekatan di empat titik rawan saat pemudik akan memasuki kota Semarang. Posko tersebut antara lain ditempatkan di Mangkang, Penggaron, Sisemut, dan Genuk.

"Kami sudah rapatkan dengan forkopimda nanti ada 4 titik ruas yang akan masuk ke Kota Semarang dari Polrestabes, TNI dan Pemkot akan membuat tenda posko seperti dulu. Ditingkat kecamatan dan kelurahan juga kita bentuk tim untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat Semarang," kata Hendi dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (22/4).

Fungsi dari posko penyekatan, tambah Hendi, akan mengawasi kendaraan yang datang dari arah luar Kota Semarang. Nantinya mereka yang akan masuk ke Semarang harus bisa menunjukkan surat keterangan sehat.

"Posko untuk penyekatan, jadi kalau ada yang mau masuk mungkin mencurigakan maka akan diperiksa dengan menunjukkan surat jalan atau surat keterangan sehat, jika tidak bisa menunjukkan maka harus baik kanan, tapi kalau mau tetap masuk harus masuk ke karantina," jelasnya.

Pemkot Semarang, juga telah menyiapkan ruang karantina bagi masyarakat yang nekat mudik. Nantinya mereka harus melalui masa karantina terlebih dahulu jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19.

"Kami siapkan ruang karantina juga jika diketahui ada warga dari luar yang lolos mudik mereka harus dikarantina dulu misalnya di rumah dinas selama 5x24 jam, kita siapkan tenda karantina di rumdin maupun kemungkinan kita akan buka ruang karantina baru di diklat," tuturnya.

Tidak hanya mengawasi orang akan masuk ke wilayah kota Semarang, namun Hendi juga mengeluarkan surat edaran larangan mudik bagi ASN dan masyarakat pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Namun jika memang ada masyarakat yang akan mudik sebelum tanggal larangan tersebut, Hendi mewanti-wanti agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan memberikan surat keterangan sehat.

"Kebijakan  yang mengatakan dilarang mudik ya harus kita amankan dan kami sudah membuat surat edaran untuk melarang ASN dan masyarakat untuk mudik selama lebaran, dan juga kita sudah siapkan sanksi untuk ASN yang mudik tanpa izin,"  pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Ditinggal Salat Ied, Rumah Warga Purbalingga Terbakar
Nusantara

Ditinggal Salat Ied, Rumah W..

13 Mei 2021 17:20
Ziarah Kubur Dilarang, Warga Kecewa Disuruh Putar Balik
Nusantara

Ziarah Kubur Dilarang, Warga..

13 Mei 2021 16:19
Cerita Orang Minang, Dua Kali Lebaran Tak Pulang Kampung, Sedih Tapi Harus Taat Anjuran Pemerintah
Nusantara

Cerita Orang Minang, Dua Kal..

13 Mei 2021 14:37
Syal Palestina Melingkar Di Leher Anies Baswedan Saat Shalat Idul Fitri
Nusantara

Syal Palestina Melingkar Di ..

13 Mei 2021 14:29
Gelar Shalat Ied Berjemaah, Imam Masjid Al-Azhar: Mudah-mudahan Allah Selamatkan Semuanya
Nusantara

Gelar Shalat Ied Berjemaah, ..

13 Mei 2021 13:26
Untung Sempat Tak Kenali Wajah Anaknya Yang Jadi Korban Petasan Kebumen
Nusantara

Untung Sempat Tak Kenali Waj..

13 Mei 2021 13:26
320 Warga Binaan Lapas Ambarawa Terima Remisi, 3 Langsung Bebas
Nusantara

320 Warga Binaan Lapas Ambar..

13 Mei 2021 12:46
Temani Lieus Sungkharisma Beri Bansos Di Gang Sempit Tamansari, Wagub DKI: Mudah-mudahan Yang Lain Bisa Seperti Ini
Nusantara

Temani Lieus Sungkharisma Be..

13 Mei 2021 10:57