PNS Kota Semarang Dikenakan Potong TPP Kalau Nekat Mudik

Kepala BKPP Kota Semarang Litani Satyawati/Net

Aturan Pemerintah Pusat mengenai larangan mudik tahun 2021 diberlakukan bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Semarang.  

Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Semarang bahkan telah menyiapkan sanksi bagi PNS yang nekad mudik Lebaran tahun ini.

Kepala BKPP Kota Semarang Litani Satyawati mengatakan, akan ada sanksi mulai teguran lisan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bagi pegawai kontrak atau Non ASN.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah 53/2010 tentang disiplin PNS dan Peraturan Pemerintah 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja, Litani mengatakan akan ada sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Kami ingin menjadikan PNS Kota Semarang sebagai contoh kepada masyarakat dengan tidak mudik. Pemerintah Kota Semarang sendiri telah mengeluarkan surat edaran bernomor B/1637/80/IV/2021," kata Litani seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (15/4).

Litani menegaskan, dalam surat edaran jelas tertulis tentang pembatasan kegiatan bepergian keluar kota bagi kalangan PNS, baik mudik maupun cuti selama libur lebaran 2021.

Namun, lanjutnya, PNS diperbolehkan keluar kota atau mengambil cuti dalam kondisi mendesak.

"Dalam kondisi mendesak, misalnya cuti karena melahirkan. Bisa juga bepergian luar kota karena ada anggota keluarga yang meninggal atau menikah. Tapi kalau yang sifatnya silaturahmi jelas tidak boleh," tegasnya.

Jika harus bepergian keluar kota, ASN  harus mendapatkan izin langsung dari Walikota Semarang.

Kata Litani, perizinan langsung ke Walikota berlaku untuk semua golongan mulai dari eselon empat hingga eselon dua, bahkan bagi pegawai kontrak atau Non ASN sekalipun.

"Nantinya Pak Wali langsung yang akan tanda tangan di surat itu. Tidak hanya staf memberikan stempel. Dengan tanda tangan itu, otomatis Walikota tahu PNS-nya pergi kemana," imbuhnya.

Meski bisa bepergian dengan alasan tertentu, Litani menekankan agar PNS tetap patuh protokol kesehatan saat berada diluar kota.

"Meski sudah diizinkan ke luar kota, namun kami sangat mewanti-wanti agar protokol kesehatan tetap dijaga," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Pesan May Day Airlangga Hartarto

Sabtu, 01 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Politik Labelisasi & Kepuasan Publik

Selasa, 04 Mei 2021
Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021

Artikel Lainnya

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H Pada 11 Mei 2021
Nusantara

Kemenag Gelar Sidang Isbat A..

06 Mei 2021 00:12
Tito Putuskan Perpanjang PPKM Mikro Di 30 Provinsi
Nusantara

Tito Putuskan Perpanjang PPK..

05 Mei 2021 20:21
Dimulai Dari Papua Hingga Sumatera, NU CARE Salurkan Zakat Fitrah Dari Tokopedia Salam
Nusantara

Dimulai Dari Papua Hingga Su..

05 Mei 2021 19:25
Antisipasi Mudik Lebaran, 158 Titik Penyekatan Di Jabar Beroperasi Besok
Nusantara

Antisipasi Mudik Lebaran, 15..

05 Mei 2021 18:59
Jakarta Resmi Berlakukan SIKM, Begini Cara Mengurusnya
Nusantara

Jakarta Resmi Berlakukan SIK..

05 Mei 2021 17:04
Antisipasi Penyebaran Varian Baru Covid-19 India, Gubernur Banten Minta Petugas Lebih Tegas
Nusantara

Antisipasi Penyebaran Varian..

05 Mei 2021 16:47
Tak Terima THR Secara Penuh, ASN Jabar Diminta Emil Tunjukkan Sikap Bela Negara
Nusantara

Tak Terima THR Secara Penuh,..

05 Mei 2021 15:48
Ratusan Paket Lebaran Dan THR Dibagikan IIPG Kepada Tenaga Kesehatan
Nusantara

Ratusan Paket Lebaran Dan TH..

05 Mei 2021 15:08