Terbukti Langgar Disiplin, 8 Pejabat ASN Salatiga Turun Jabatan

Kantor Walikota Salatiga/RMOLJateng

Jajaran pegawai di lingkungan Pemkota Salatiga cukup dikagetkan dengan kabar ada 8 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diturunkan jabatannya.

Penurunan jabatan ini, berbarengan dengan pelantikan 107 pejabat oleh Walikota Salatiga, Yuliyanto.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Drs Muthoin, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar penurunan jabatan 8 ASN tersebut.

Apalagi, dari 8 pejabat yang diturunkan jabatannya terdapat nama-nama dengan posisi strategis serta terbilang senior.

"Betul ya. Kita luruskan bukan diturunkan pangkatnya tapi diturunkan jabatannya. Kita mengacu kepada PP No 53 Tahun 2010 yakni soal disiplin PNS," kata Muthoin, Kamis (15/4), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS menyebutkan bahwa Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

Muthoin lantas menyebutkan satu persatu delapan pejabat ASN Salatiga yang diturunkan jabatannya itu. Yaitu Adi Isnanto, Agung Hendratmiko, Yunus Juniarji, Dian Indriasari, Bambang Susilo, Budi Suprihatin, Joko Prasetyo, dan Joko Widodo.

Muthion menambahkan, langkah Pemkot Salatiga tersebut sudah sesuai PP No 53 Tahun 2010.

"Walikota membebaskan jabatan kedelapan orang tersebut sesuai PP No 53 Tahun 2010 Pasal 8 ayat 4 huruf C. Di mana, mereka dipandang tidak melaksanakan SOP dengan baik dan benar serta tidak mengkonsultasikan kepada pimpinan dalam hal ini Walikota," paparnya.

Muthoin juga menegaskan, jika penurunan jabatan tersebut bertujuan sebagai pembinaan kepada PNS di lingkungan Pemkot Salatiga agar bekerja jujur, tertib, cermat, dan semangat.

PNS juga agar selalu membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif untuk meminimalisir permasalahan dan mengatasi yang ada.

"Selain itu, dengan kejadian ini menanamkan kepekaan kepada PNS atas peran dan fungsi sebagai pelayan masyarakat dan dapat menjabarkan kebijakan pemerintah," pungkasnya.

Disinggung apa sikap Pemkot Salatiga ketika 8 nama tersebut memperjuangkan melalui PTUN, Pj Sekda menegaskan akan menyiapkan dokumen yang ada.

Sementara, Walikota Salatiga Yuliyanto saat dikonfirmasi mengatakan, penurunan jabatan itu karena berkaitan dengan planggaran disiplin ASN.

"Karena melanggar disiplin ASN. Pelanggaran PP No 53 tahun 2010," jawab singkat Walikota melalui pesan WhatsApp.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Cegah Covid-19 Masuk Papua, Kepolisian Awasi Orang Masuk Di Penyeberangan Kumbe
Nusantara

Cegah Covid-19 Masuk Papua, ..

17 Mei 2021 05:13
Catat! Pemudik Balik Ke Jakarta Dari Bakauheni Wajib Tes Rapid Test Antigen, Ini Kata Menhub Soal Mekanismenya
Nusantara

Catat! Pemudik Balik Ke Jaka..

17 Mei 2021 00:56
Fokus Cari Korban Hilang, Polri Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Kedung Ombo
Nusantara

Fokus Cari Korban Hilang, Po..

16 Mei 2021 21:10
Tak Cuma Jakarta, Spanduk Larangan Pemudik Tanpa Swab Juga Bertebaran Di Tangsel
Nusantara

Tak Cuma Jakarta, Spanduk La..

16 Mei 2021 19:09
Pimpinan DPRD Minta Pemprov DKI Larang Pemudik Masuk Tanpa Surat Bebas Covid-19
Nusantara

Pimpinan DPRD Minta Pemprov ..

16 Mei 2021 18:45
Apa Alat Ukur Novel Baswedan Sebut 75 Pegawai KPK Yang TMS Berintegritas Tinggi?
Nusantara

Apa Alat Ukur Novel Baswedan..

16 Mei 2021 12:56
Ini Kesaksian Laksmi Tentang Pengunjung Ancol Yang Dikatakan Membludak
Nusantara

Ini Kesaksian Laksmi Tentang..

16 Mei 2021 10:46
Jalur Benowo Dijaga Ketat, Yang Tidak Penuhi Syarat Diputar Balik
Nusantara

Jalur Benowo Dijaga Ketat, Y..

16 Mei 2021 07:56