Lolos Mudik Ke Kampung, Warga Jabar Bakal Dikarantina 5 Hari

Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Ist

Pengetatan aturan bakal diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyikapi aturan pemerintah yang melarang masyarakat untuk mudik pada Lebaran tahun ini.

Bahkan, bagi warga yang 'terlanjur' mudik, ada aturan untuk menjalani karantina dan tes Covid-19 untuk memastikan tidak ada penyebaran di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta Polri dan TNI melakukan simulasi dengan memperkuat titik-titik penyekatan di perbatasan dalam menyiasati potensi lonjakan mobilitas warga yang mudik Lebaran.

"Untuk mudik, simulasi sudah kami lakukan titik penyekatan, teknologi untuk pengetesan Covid-19 sudah kita siapkan. Tahun ini ada rapid antigen dan G-Nose, sehingga dengan harga terjangkau pengetesan bisa lebih massal," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (9/4).

"Sedangkan untuk ASN Pemprov Jabar yang akan mudik, kegiatannya harus benar-benar ada izin tertulis dari atasan," tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Tak hanya itu, pembatasan kapasitas 50 persen pengunjung pun berlaku bagi masyarakat yang hendak pergi ke tempat wisata.

"Nah titik pariwisata juga dibatasi, tidak menjadi pelarian orang yang tidak mudik, tapi berwisata juga. Kuncinya selama Covid-19 ini bukan soal boleh tidak bolehnya, tapi pada keterbatasan kapasitas," papar Emil.

Emil pun meminta babinsa dan bhabinkamtibmas melakukan skrining kepada masyarakat yang terlanjur datang ke kampung halaman, atau tidak terdeteksi saat mudik lebaran.

"Kepada orang yang terlanjur datang ke kampung halaman, istilahnya tidak terdeteksi, harus karantina selama lima hari. Saya titipkan kepada kepala desa, babinda, bhabinkamtibmas, satpol PP untuk melakukan persiapan dan mengarantina mereka yang keburu lolos," tuturnya.

"Kita harapkan ini membawa keberhasilan, karena setiap libur panjang datanya selalu meningkat. Semoga dengan adanya itu bisa ditekan," sambungnya.

Sementara untuk cakupan vaksinasi, Emil menyebut Provinsi Jabar saat ini menjadi yang tertinggi se-Indonesia dengan total mingguan yaitu 60.200.

"Alhamdulillah Jabar tertinggi total mingguannya se-Indonesia yaitu 60.200 vaksin yang disuntik. Tapi untuk ukuran Jabar, saya masih belum puas karena ukuran populasinya yang tinggi yaitu 50 juta penduduk," tandas Emil.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Cegah Covid-19 Masuk Papua, Kepolisian Awasi Orang Masuk Di Penyeberangan Kumbe
Nusantara

Cegah Covid-19 Masuk Papua, ..

17 Mei 2021 05:13
Catat! Pemudik Balik Ke Jakarta Dari Bakauheni Wajib Tes Rapid Test Antigen, Ini Kata Menhub Soal Mekanismenya
Nusantara

Catat! Pemudik Balik Ke Jaka..

17 Mei 2021 00:56
Fokus Cari Korban Hilang, Polri Belum Tetapkan Tersangka Tragedi Kedung Ombo
Nusantara

Fokus Cari Korban Hilang, Po..

16 Mei 2021 21:10
Tak Cuma Jakarta, Spanduk Larangan Pemudik Tanpa Swab Juga Bertebaran Di Tangsel
Nusantara

Tak Cuma Jakarta, Spanduk La..

16 Mei 2021 19:09
Pimpinan DPRD Minta Pemprov DKI Larang Pemudik Masuk Tanpa Surat Bebas Covid-19
Nusantara

Pimpinan DPRD Minta Pemprov ..

16 Mei 2021 18:45
Apa Alat Ukur Novel Baswedan Sebut 75 Pegawai KPK Yang TMS Berintegritas Tinggi?
Nusantara

Apa Alat Ukur Novel Baswedan..

16 Mei 2021 12:56
Ini Kesaksian Laksmi Tentang Pengunjung Ancol Yang Dikatakan Membludak
Nusantara

Ini Kesaksian Laksmi Tentang..

16 Mei 2021 10:46
Jalur Benowo Dijaga Ketat, Yang Tidak Penuhi Syarat Diputar Balik
Nusantara

Jalur Benowo Dijaga Ketat, Y..

16 Mei 2021 07:56