Pangkas Pengepul, DPRD Jatim Minta Pabrik Pengolahan Ikan Menyerap Hasil Tangkapan Nelayan

Komisi B DPRD Jatim saat mengunjungi PT Inti Lautan Fajar Abadi (Intan Seafood) di Beji, Pasuruan/Ist

DPRD Jawa Timur meminta Pemprov memfasilitasi agar seluruh perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan ikan menyerap produk perikanan yang bersumber dari hasil tangkap nelayan.

Hal ini disampaikan jajaran komisi yang membidangi perekonomian saat mengunjungi PT Inti Lautan Fajar Abadi (Intan Seafood) di Beji, Pasuruan, Kamis (8/4).

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Rohani Siswanto meminta pihak perusahaan mengambil bahan baku langsung dari nelayan.

Sebab, selama ini diketahui bahwa produk nelayan ini lebih banyak diambil oleh pengepul baru ke perusahaan.

"Nah, upaya kita ini mengajak Dinas Perikanan bagaimana kemudian perusahaan bisa langsung ambil di nelayan. Sehingga memotong jalur distribusi dan pada akhirnya nilai tambah di nelayannya tinggi," ujar Rohani dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, saat ini Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Januari 2021 naik 0,35 persen dari 96,26 persen di Desember 2020 menjadi 96,60 persen di bulan Januari 2021.

Situasi saat ini, terutama kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat pendapatan nelayan sangat minim.

Terkait hal itu, pihaknya mengungkapkan ada kesanggupan dari dinas terkait untuk terjun langsung bersama perusahaan dan nelayan untuk menyampaikan standarisasi.

"Karena problemnya di standarisasi. Nelayan juga sedikit punya informasi terkait dengan berapa dan apa yang dibutuhkan terkait standarisasi yang ada di perusahaan. Informasi ini harus sampai ke nelayan," terangnya.

Sehingga, lanjut Rohani, para nelayan bisa tahu tujuan akhirnya. Disamping itu juga kesejahteraan nelayan akan meningkat.

"Karena nilai yang ditawarkan juga akan lebih tinggi," imbuhnya.

Untuk dinas terkait, kata dia, akan menjadi pekerjaan berat yang harus dijalankan untuk memangkas pengepul. Hal itu semata-mata demi kesejahteraan nelayan.

"Pemangkasan pengepul ini harus dari beberapa dinas, antara lain Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim," ujarnya.

"Program dinas juga harus tidak itu-itu saja. Jangan hanya memberi jaring saja. Kalau ngasih jaring sudah kebanyakan lah. Sekarang waktunya maju lagi menguatkan bisnis matching antara perusahaan dengan nelayan secara langsung," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Wartawan Diusir Paspampres Saat Liput Bobby Nasution, Jerry Massie: Pengekangan Kerja Jurnalistik
Nusantara

Wartawan Diusir Paspampres S..

16 April 2021 11:44
Jadi Buruan Saat Ramadan, Kopiah Meukutop Mengandung Nilai-nilai Khas Aceh
Nusantara

Jadi Buruan Saat Ramadan, Ko..

16 April 2021 11:34
IMB Diganti PBG, Pemkab Bekasi Kebut Selaraskan Aturan
Nusantara

IMB Diganti PBG, Pemkab Beka..

16 April 2021 10:06
Selain Tak Boleh Mudik, ASN Dan Tenaga Kontrak Aceh Dilarang Hadiri Buka Bersama
Nusantara

Selain Tak Boleh Mudik, ASN ..

16 April 2021 09:31
Eri Cahyadi Bersyukur Surabaya Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik Di Jatim
Nusantara

Eri Cahyadi Bersyukur Suraba..

16 April 2021 08:58
PNS Kota Semarang Dikenakan Potong TPP Kalau Nekat Mudik
Nusantara

PNS Kota Semarang Dikenakan ..

16 April 2021 01:50
Buka Musrenbang, Ini Prioritas Khofifah Membangun Jatim
Nusantara

Buka Musrenbang, Ini Priorit..

16 April 2021 01:34
Korban Memaafkan, Kasus
Nusantara

Korban Memaafkan, Kasus Kobo..

15 April 2021 23:43