Hindari Kenaikan Harga Jelang Ramadhan, Pedagang Pasar Jangan Timbun Sembako

Pedagang pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah/RMOLJateng

Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari, menjadi momen bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok untuk persiapan puasa.

Namun di sisi lain, ada pedagang atau distibutor "nakal" yang sering menimbun barang dan menyebabkan harga kebutuhan pokok di pasaran menjadi tidak terkontrol.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya akan memantau stok kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern menjelang bulan puasa, agar tidak terjadi kenaikan harga saat bulan Ramadhan.

"Nanti akan kami cek, kita akan pantau bersama. Jangan sampai suplai ada, namun barangnya tidak ada ini berati ada yang menimbun, dan bisa diancam pidana," jelas Hendi sapaan karibnya seperti dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (8/4).

Kata dia, sidak akan dilakukan kepasar-pasar, bahkan jika terjadi ketimpangan maka pemkot akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng dan kementerian terkait untuk memastikan stok barang aman.  

"Kita akan sidak juga. Kalau memang terganggu, kita bisa berkoordinasi dengan provinsi ataupun kementerian agar suplainya bisa tersedia," ucapnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Polrestabes Semarang telah melakukan tinjauan beberapa ke pasar tradisional.

Hal ini dilakukan untuk memonitoring harga dan distribusi kebutuhan pokok jelang ramadhan.

"Ada kenaikan beberapa bahan pangan, misalnya telur, daging ayam dan minyak goreng. Namun harganya relatif stabil karena memang permintaan dan penawarannya naik sehingga harga mengikuti pasar," ungkap Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto.

Hasil pengamatan dilapangan, harga telur dan minyak goreng naik hingga Rp 3 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam mengalami kenaikan hingga Rp 8 ribu per kilogram.

"Kami akan menelisik dan menyambangi peternak serta penjual pertama dari perternakan kenapa harga ayam naik," imbuhnya.

Pemkot dan beberapa stakeholder akan berupaya untuk melakukan stablitas harga bahan pokok jelang dan saat Ramadhan. Tujuannya agar harga pangan yang dijual ini bisa dijangkau oleh masyarakat.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

BEM Nusantara Bagikan Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Alam NTT
Nusantara

BEM Nusantara Bagikan Bantua..

11 April 2021 16:48
Diulas Banyak Tokoh, Buku Catatan Merah Dari Putra Bung Karno Sudah Dirilis
Nusantara

Diulas Banyak Tokoh, Buku Ca..

11 April 2021 08:42
Gempa Susulan Magnitudo 5,5 Guncang Malang Pagi Ini
Nusantara

Gempa Susulan Magnitudo 5,5 ..

11 April 2021 07:41
Dukung Larangan Mudik, Angkasa Pura II Lakukan 3 Penataan Di Bandara
Nusantara

Dukung Larangan Mudik, Angka..

11 April 2021 07:26
Siklon Seroja Reda, Pulau Baru Tercipta
Nusantara

Siklon Seroja Reda, Pulau Ba..

11 April 2021 04:19
Jelang Ramadan, Penjual Bunga Ziarah Kubur Bisa Untung Hingga Rp 350 Ribu
Nusantara

Jelang Ramadan, Penjual Bung..

11 April 2021 03:46
Jatim Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Gubernur Khofifah Terjunkan Tim Untuk Evakuasi
Nusantara

Jatim Diguncang Gempa Magnit..

11 April 2021 02:33
6 Orang Meninggal Dalam Gempa Yang Mengguncang Malang
Nusantara

6 Orang Meninggal Dalam Gemp..

11 April 2021 00:24