Kasus Covid-19 Di Semarang Terus Turun, Pasien Di Rumah Isolasi Khusus OTG Tinggal 50 Orang

Petugas di rumah dinas Walikota Semarang yang diubah jadi tempat isolasi bagi para OTG/Net

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Semarang setiap harinya mengalami penurunan. Dari data siagacorona.semarangkota.go.id kasus terkonfirmasi pada hari ini, Kamis (8/4), adalah 207 orang dari dalam kota Semarang dan 83 orang dari luar kota Semarang yang masih dirawat di rumah sakit.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dalam satu tahun terakhir semenjak rumah dinasnya dijadikan rumah isolasi bagi pasien covid tanpa gejala (OTG), kondisi tenaga kesehatan (nakes) nya masih terlihat sangat semangat menghadapi pandemi.

Hendi menuturkan, kondisi rumah dinas saat ini tidak seramai saat awal hingga pertengahan pandemi. Dari kapasitas 200-an pasien, saat ini yang menempati rumah dinas hanya sekitar 50 pasien.

"Jumlah penderita semakin turun, kapasitas di situ di dalam 110, tenda 100, tapi yang terpakai sekitar 50," jelas Hendi, Kamis (8/4), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Semarang, dalam satu tahun sudah ada 9.773 orang yang dirawat di rumah dinas walikota. Untuk prosentasenya 98% pasien sembuh; 1,5% pasien dirujuk kerumah sakit; dan 0,5% pasien meminta pulang meski belum dinyatakan sembuh.

Selain rumah dinas walikota, Kota Semarang juga sempat memiliki beberapa rumah isolasi OTG. Seperti di Islamic Centre dan Badan Diklat. Namun kedua tempat isolasi tersebut sudah dinyatakan ditutup sejak beberapa waktu lalu.

"Ruang isolasi ada di rumah sakit di Semarang, yang di luar rumah sakit hanya tinggal di Rumdin. Diklat dan islamic center sudah ditutup," terangnya.

Hendi juga mendorong, Dinas kesehatan Kota Semarang untuk terus gencar mensosialisasikan tentang pentingnya protokol kesehatan meski sudah tervaksin. Karena protokol kesehatan menjadi kunci utama, masyarakat bisa terhindar dari paparan Covid-19.

"Dalam sebulan ini angkanya sudah kecil 200-300-an, saya dorong DKK untuk memantau protokol kesehatan. supaya selama Ramadan nanti angkanya jadi 100-an," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Ekspor Meningkat, Khofifah: Alhamdulillah Sinyal Pemulihan Ekonomi Jawa Timur Terus Menguat
Nusantara

Ekspor Meningkat, Khofifah: ..

21 April 2021 18:16
Pidatonya Dipuji Sekjen PBB, Gubernur Anies: Saya Berada Di Depan, Di Belakang Ada Kerja Tim Tak Terlihat
Nusantara

Pidatonya Dipuji Sekjen PBB,..

21 April 2021 17:14
Geram Dana Hibah Ponpes Dikorupsi, Gubernur Banten: Cari Pelaku Sampai Isi Perutnya
Nusantara

Geram Dana Hibah Ponpes Diko..

21 April 2021 16:49
Pesan Wawali Semarang Bagi Perempuan Di Hari Kartini: Harus Pede Dan Punya Komitmen Untuk Maju
Nusantara

Pesan Wawali Semarang Bagi P..

21 April 2021 15:41
Enam Menteri Ke Mabes Polri, Bahas Persiapan Hadapi Lebaran 2021
Nusantara

Enam Menteri Ke Mabes Polri,..

21 April 2021 12:30
Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Patuhi Larangan Mudik
Nusantara

Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus..

21 April 2021 11:19
Akhiri 10 Tahun Pimpin Tangsel, Ini Kata-kata Terakhir Airin Rachmi Diany
Nusantara

Akhiri 10 Tahun Pimpin Tangs..

21 April 2021 09:40
Bupati Lumajang Berharap Program BST Diperpanjang
Nusantara

Bupati Lumajang Berharap Pro..

21 April 2021 08:30