Kidsloop Gandeng Rumah Kisah Hadirkan Pendidikan Interaktif Bagi Anak-anak

CEO Kidslopp Indonesia, Helmy Yahya (tengah)/Ist

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia telah mengubah tatanan pendidikan. Proses belajar para siswa kini tidak lagi dilakukan di sekolah melainkan secara virtual lewat beragam platform.

Berangkat dari perubahan tersebut, CEO Kidslopp Indonesia, Helmy Yahya menilai pentingnya digitalisasi sekaligus pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini.

Namun demikian, ia menilai model pembelajaran daring yang kini diterapkan perlu disempurnakan lewat beragam metode, khususnya bagi anak usia dini hingga tingkat sekolah dasar. Salah satunya lewat produk animasi yang dihadirkan kreator animasai muslim, Rumah Kisah.

"Harapan kami, kehadiran berkolaborasi dengan Rumah Kisah bisa membuat persembahan bermanfaat bagi anak Indonesia, masa depan anak bangsa," ujar Helmy Yahya, Senin (8/3).

Oleh karenanya, pihaknya menjalin kerja sama dalam program investasi pendidikan kepada pelajar Indonesia dari London yang diorganisir Kidslopp dan Rumah Kisah. Kerja sama ini diharapkan akan menghadirkan pendidikan interaktif tidak hanya bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga siswa di seluruh dunia.

"Kita tidak hanya menyasar market Indonesia, tapi juga akan menjangkau negara lain, terutama siswa muslim di seluruh dunia," imbuhnya.

Senada dengan Helmy, CEO Kidsloop International, David Roberts menilai kerja sama tersebut cukup baik. Lewat penerapan animasi, proses belajar mengajar bagi anak-anak akan semakin menarik dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Kerja sama ini bagus. Dengan data dan konektivitas yang terbaik dari Inggris, hasilkan kombinasi terbaik untuk pendidikan di Indonesia," ujar David Roberts.

Sementara itu, CEO Rumah Kisah, Yuda Wirafianto menyampaikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan pengalaman baru kepada pelajar muslim di Indonesia.

Selain itu, lewat proses pendidikan yang lebih menarik dan interaktif, pengajar dapat dengan mudah mengelola sistem pembelajaran yang diselenggarakan secara daring.

"Guru lebih mudah menyusun rencana pembelajaran, melakukan evaluasi lalu menarik data dari hasil proses belajar mengajar. Orangtua pun mudah memantau dalam proses pembelajaran anak-anak," demikian Yuda Wirafianto.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Digusur Pemprov, Seorang Warga Merugi 1 M Dan Tinggal Baju Melekat Di Badan
Nusantara

Digusur Pemprov, Seorang War..

22 April 2021 01:33
Jam Malam Jakarta Berlaku Di 2.658 RT, Begini Sebarannya
Nusantara

Jam Malam Jakarta Berlaku Di..

21 April 2021 23:39
Rantis Polda Bali Yang Masih Terparkir Di Akasaka Music Club Dipertanyakan
Nusantara

Rantis Polda Bali Yang Masih..

21 April 2021 22:56
Khofifah: Nekat Mudik, Wajib Karantina Mandiri Tanpa Dibiayai Pemerintah
Nusantara

Khofifah: Nekat Mudik, Wajib..

21 April 2021 22:27
Bandara Jenderal Soedirman Batal Beroperasi, Salah Satunya Karena Larangan Mudik
Nusantara

Bandara Jenderal Soedirman B..

21 April 2021 21:57
Alun-alun Sebabkan Kerumunan, Bupati Majalengka Minta Maaf Ke Ridwan Kamil
Nusantara

Alun-alun Sebabkan Kerumunan..

21 April 2021 20:11
Sambangi Walikota Tangerang, Ini Yang Dibahas Waka DPR Sufmi Dasco
Nusantara

Sambangi Walikota Tangerang,..

21 April 2021 19:27
Anies Instruksikan RT Zona Merah Berlakukan Aturan Jam Malam
Nusantara

Anies Instruksikan RT Zona M..

21 April 2021 19:11