Hindari Kesimpangsiuran, Untirta Sudah Minta Korban Meninggal Diklat Mapala Untuk Divisum

Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang/RMOLBanten

Pihak Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang sudah meminta korban meninggal dunia usai kegiatan diklat mahasiswa pencinta alam (Mapala) Untirta, pada Senin (1/3), untuk divisum.

Melalui visum, kampus ingin membuktikan secara medis luka yang ada di tubuh korban dan sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi.

Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni Untirta, Suherna mengatakan, usulan visum sudah disampaikan kepada keluarga korban. Karena, di luaran muncul berbagai persepsi liar, bahkan ada yang bilang korban mendapat kekerasan fisik sampai terkena luka sayatan.

"Saya sendiri yang minta kalau ada yang luka visum saja, saya bilang ke orang tuanya itu. Kasihan juga kan," ujar Suherna, Rabu (3/3), dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

"Itu hoax, tiba tiba silet dari mana itu informasi, semuanya yang lain (Mapala) juga luka, enggak ada sayatan itu, tapi karena memang almarhum (Fadli) kalau tidur (selama Diklat Mapala) tuh sepatunya basah, terus sudah kelelahan," sambungnya.

Suherna menyebut, kematian korban diduga kuat akibat kelelahan. Untuk membuktikan itu semua harus ada keterangan dari medis setelah diuji melalui visum.

Selain visum ada metode autopsi untuk membuktikan bagaimana korban meninggal, agar tidak menimbulkan misteri.

Kendati demikian, lanjut Suherna, hingga saat ini keluarga korban masih menolak untuk dilakukan visum karena mereka sudah mengikhlaskan kepergian almarhum Fadli.

"Kan enggak apa-apa kalau mau divisum, visum saja saya bilang (ke keluarga korban). Tapi ya sudah enggak lah (kata keluarga korban), terus dimandikan almarhum. Kita juga lihat pas dibalik tubuh almarhum luka gitu, enggak ada luka lebam, karena kalau kaki kan dia naik tebing, dia ada riwayat penyakit di kaki juga. Otomatis kan lari ke bagian kaki," ungkapnya.

Kegiatan pencita alam, Jelas Suherna, jika mengacu kepada SOP mereka dilatih untuk survive bertahan hidup bahkan sejak hari pertama diklat langsung diuji fisik dan mental.

"Dia (Mapala) kegiatanya dari sini (Serang) longmacrh ke Mengger, dari Mengger longmarch ke Ciomas. Jadi, kaya begitu. Ketika kegiatan selesai bawa motor terus ada yang digendong, ada yang ditandu kan gitu, biasa solidaritas sesama," terangnya.

Setelah selesai diklat, sambung Suherna, almarhum Fadli minta ke temannya untuk diantarkan ke kosan di Serang. Padahal lokasi diklat di Gunung Karang Pandeglang dekat dengan rumah almarhum.

"Pas di kosan itu kayaknya drop karena infeksi kakinya semakin parah. Itu juga sudah disarankan pakai air hangat garam, biar infeksinya hilang. Tapi karena ngedrop nelepon tuh temanya di kosan di bawa ke RS terus sudah enggak ada (meninggal)," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

BAZNAS DKI Lepas Duta Imam Tarawih Ke Masjid-masjid Di Jakarta
Nusantara

BAZNAS DKI Lepas Duta Imam T..

12 April 2021 04:38
Paska Gempa Malang, TNI Kerahkan 700 Pasukan
Nusantara

Paska Gempa Malang, TNI Kera..

12 April 2021 04:00
Pasca Gempa 6,1 M, Khofifah Minta Masyarakat Jatim Waspadai Ancaman Bencana Lain
Nusantara

Pasca Gempa 6,1 M, Khofifah ..

12 April 2021 02:45
Rukyatul Hilal Digelar Besok, Diprediksi Sudah 3 Derajat
Nusantara

Rukyatul Hilal Digelar Besok..

11 April 2021 22:48
Kirim Bantuan Ke NTT-NTB, AHY: Saya Ucapkan Duka Cita Sedalam-dalamnya
Nusantara

Kirim Bantuan Ke NTT-NTB, AH..

11 April 2021 20:46
BEM Nusantara Bagikan Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Alam NTT
Nusantara

BEM Nusantara Bagikan Bantua..

11 April 2021 16:48
Diulas Banyak Tokoh, Buku Catatan Merah Dari Putra Bung Karno Sudah Dirilis
Nusantara

Diulas Banyak Tokoh, Buku Ca..

11 April 2021 08:42
Gempa Susulan Magnitudo 5,5 Guncang Malang Pagi Ini
Nusantara

Gempa Susulan Magnitudo 5,5 ..

11 April 2021 07:41