Said Aqil Minta Jokowi-Maruf Mengentaskan Kemiskinan Akibat Pandemi Lewat ...

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj/Net

Presiden Joko Widodo diminta Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengentaskan kemiskinan yang meningkat di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menyampaikan hal tersebut dalam acara malam puncak Harlah NU Sabtu (27/2).

"Percuma kita mengaku mayoritas beragama Islam kalau kemiskinan masih dilihat di depan mata kita," ujar Said Aqil dikutip melalui kanal YouTube NU Online, Senin (1/3).

Karena itu, Said Aqil meminta pemerintah Presiden Joko Widodo untuk menjalankan satu perintah agama yang bisa menjadi solusi mengurangi angka kemiskinan.

Salah satunya ialah dengan memobilisasi sedekah, zakat, infaq, wakaf, hibah, di tengah-tengah ekonomi seperti sekarang ini.

"Kita punya zakat, kita punya infaq, kita punya prinsip-prinsip sedekah, yang diperintahkan oleh agama kita, maka harus kita jalankan dengan baik, insyaAllah ekonomi yang sedang sepi ini bisa diatasi dengan baik," katanya.

Berdasarkan catatannya, zakat yang dikumpulkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) rata-rata per tahun hanya sekitar Rp 358 miliar. Angka itu menurut Said Aqil, masih sedikit jika dilihat dari jumlah opulasi penduduk Muslim di Indonesia.

Namun, Said Aqil mengkalkulasi besaran zakat, infaq, hingga wakaf atau hibah yang dikumpulkan secara terorganisir di seluruh wilayah Indonesia, angkanya bisa jauh lebih besar.

"Kalau dihitung semua, Baznas nasional, lembaga-lembaga zakat di daerah, semua ini nasional Rp 10,2 triliun. Baru umat Islam katanya mayoritas, dan yang kaya juga banyak," tuturnya.

Maka dari itu, Said Aqil meminta kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin untuk megeluarkan instruksi kepada jajarannya untuk mengeluarkan zakat.

"Saya mohon, saya minta kepada pemerintah, kepada presiden-wakil presiden agar menginstruksikan semua pegawai negeri yang Islam, BUMN, perusahaan-perusahaan dan pengusaha-pengusaha Muslim agar mengeluarkan zakat 2,5 persen," tuturnya.

"Dukung Baznas, dukung lembaga-lembaga zakat di manapun berada, kalau kita ingin keluar dari kemiskinan apalagi di saat-saat pandemi sekarang ini," demikian Said Aqil Siradj.

Merujuk data Badan Pusat Satistik (BPS) per September 2020, angka kemiskinan di Indonesia mengalami kenaikan selama pandemi Covid-19, yaitu sebanyak 27,55 juta orang.

Angka itu setara dengan 10,19 persen populasi penduduk Indonesia yang sekitar 270 juta jiwa.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 yang sebanyak 24,79 juta orang, terjadi kenaikan 0,97 persen dari angka kemiskinan di tahun 2020, atau naik sebanyak 2,76 juta.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Patuhi Larangan Mudik
Nusantara

Tak Ingin Ada Lonjakan Kasus..

21 April 2021 11:19
Akhiri 10 Tahun Pimpin Tangsel, Ini Kata-kata Terakhir Airin Rachmi Diany
Nusantara

Akhiri 10 Tahun Pimpin Tangs..

21 April 2021 09:40
Bupati Lumajang Berharap Program BST Diperpanjang
Nusantara

Bupati Lumajang Berharap Pro..

21 April 2021 08:30
Lingkup Kerja Di DPRD DKI Tidak Main-main, ASN Wajib Tingkatkan Kompetensi
Nusantara

Lingkup Kerja Di DPRD DKI Ti..

21 April 2021 07:29
Milad Ke-19, PKS Jatim Berbagai Kebahagiaan Dengan Anak Yatim Dan Dhuafa
Nusantara

Milad Ke-19, PKS Jatim Berba..

20 April 2021 22:52
Diperpanjang Satu Bulan, Provinsi Banten Terapkan PSBB Sampai Lebaran
Nusantara

Diperpanjang Satu Bulan, Pro..

20 April 2021 22:29
Larang Warga Mudik, Doni Monardo: Punya Dokumen Swab Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19
Nusantara

Larang Warga Mudik, Doni Mon..

20 April 2021 22:20
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wahidin Halim Perpanjang PSBB Hingga 18 Mei
Nusantara

Kasus Covid-19 Masih Tinggi,..

20 April 2021 21:49