Bantuan Pemerintah Dalam Menangani Dampak Pandemi Dinilai Masih Tak Mampu Selesaikan Masalah

Ilustrasi bantuan bagi masyarakat/Net

Bantuan yang digelontorkan pemerintah terkait penanganan dampak pandemi Covid-19 bisa dibilang hanya sebuah solusi jangka pendek. Karena pemberian bantuan belum mampu menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat secara tuntas.

Sejauh ini, pemerintah telah meluncurkan berbagai program bantuan terkait pandemi Covid-19. Mulai dari bantuan sosial berupa sembako yang kemudian diganti dengan bantuan langsung tunai. Hingga bantuan permodalan bagi para pengusaha level UMKM.

Namun demikian, berdasarkan hasil survei Timur Barat Riset Center yang diterima Redaksi, Selasa (23/2), sebanyak 48,3 persen responden menyatakan bantuan ekonomi dari pemerintah memang bisa membantu. Tapi belum cukup untuk menyelesaikan masalah yang dialami masyarakat.

Khususnya terkait penurunan penghasilan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga masyarakat tetap harus berusaha keras untuk bisa menutupi kekurangan atas seluruh kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kemudian, sebanyak 29,6 persen menyatakan bantuan pemerintah bisa sangat membantu masyarakat kurang mampu yang biasa bekerja sebagai buruh kasar. Meski hanya sekadar meringankan beban dalam mencukupi kebutuhan sembako sehari-hari sembari menunggu keadaan kembali pulih.

Di sisi lain, ada 22,1 persen responden berharap bantuan tak hanya datang dari pemerintah saja. Mereka juga berharap para elite politik dan partai politik ikut membantu meringankan beban masyarakat.

Sehingga perbaikan ekonomi di masyarakat, khususnya di kalangan bawah bisa terdongkrak lebih kuat. Karena ada banyak pintu yang bisa digunakan masyarakat untuk memperbaiki kehidupan sehari-hari mereka.

Survei yang dilakukan antara 26 Januari hingga 10 Februari ini mengambil data 2.000 sampel dengan responden yang berhasil diwawancarai berjumlah 1.985 orang. Sementara margin of error +/- 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Untuk memastikan kualitas dari penelitian ini dilakukan quality control sebesar 20 persen sampel dilakukan cross check data dengan diwawancarai ulang.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Uang Negara Diduga Mengalir Ke RS Bina Sehat, Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejaksaan
Nusantara

Uang Negara Diduga Mengalir ..

02 Maret 2021 04:40
Sepuluh Hari Divaksin, Ketua IDI Lampung Masih Terjangkit Covid-19
Nusantara

Sepuluh Hari Divaksin, Ketua..

02 Maret 2021 03:18
Melanggar Aturan, Penerobos Ring 1 Istana Akhirnya Ditilang
Nusantara

Melanggar Aturan, Penerobos ..

02 Maret 2021 01:45
Diduga Palsukan Data Pasien Covid-19, RSUD Karanganyar Dilaporkan Ke Polisi
Nusantara

Diduga Palsukan Data Pasien ..

02 Maret 2021 01:10
Terpilih Aklamasi, Lamberthus Jitmau Resmi Pimpin Golkar Papua Barat
Nusantara

Terpilih Aklamasi, Lamberthu..

02 Maret 2021 00:56
Resmikan Travelator Masjid Agung Sidoarjo, Khofifah: Akan Permudah Jamaah Lansia Beribadah
Nusantara

Resmikan Travelator Masjid A..

02 Maret 2021 00:23
Usai Sertijab, Penerus Risma Tancap Gas Blusukan Pantau Saluran Air
Nusantara

Usai Sertijab, Penerus Risma..

01 Maret 2021 23:33
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Pengiriman Sabu Asal Malaysia
Nusantara

Bea Cukai Bandara Soekarno-H..

01 Maret 2021 22:21