Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Peringati HPSN 2021, Gerakan TurunTangan Palu Bersihkan Lokasi Likuifaksi

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 23 Februari 2021, 03:14 WIB
Peringati HPSN 2021, Gerakan TurunTangan Palu Bersihkan Lokasi Likuifaksi
Gerakan TurunTangan peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021/Ist
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati pada setiap tanggal 21 Februari oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penetapan tanggal tersebut dimaksudkan untuk mengenang peristiwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang menelan ratusan korban.

Kala itu terjadi peristiwa longsor yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi serta ledakan gas metana sehingga menimbulkan longsoran sampah yang menimbun 2 Kampung. Selain itu, peringatan ini juga dimaksudkan sebagai dorongan bagi masyarakat untuk semakin peduli akan sampah.

Sebagai bentuk aksi dalam memperingati HPSN 2021, TurunTangan Palu mengajak para relawan untuk bersama-sama membersihkan sampah di Jalan Manggis, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu pada Senin (22/2).

Pemilihan lokasi pembersihan dilatarbelakangi oleh lokasi tersebut merupakan daerah dampak likuifaksi yang terjadi di Kota Palu, tahun 2018 silam.

Terdapat jalan poros yang berlokasi di sana sehingga tidak layak untuk dijadikan tempat pembuangan sampah. Selain itu, tanda larangan agar tidak membuang sampah telah terpasang di lokasi, namun masih banyak masyarakat masih melanggar.

“Rencana kami adalah membersihkan lokasi likuifaksi, di sana kan banyak mayat yang belum ditemukan tapi saat ini sudah dijadikan tempat pembuangan sampah. Walaupun sudah ditulis dilarang membuang sampah karena masih ada mayat yang belum ditemukan,” ujar Inggrit, Koordinator TurunTangan Palu.

Tidak hanya itu, TurunTangan Donggala juga memperingati HPSN dengan mengadakan kegiatan pembersihan di Kelurahan Kabonga Besar.

TurunTangan Donggala dengan warga setempat berkolaborasi untuk membersihkan daerah pemukiman di sekitar TPA. Kegiatan ini didasari oleh keresahan TurunTangan Donggala terhadap kesehatan dan lingkungan hidup warga di sekitar TPA.

Warga mengatakan bahwa sudah jarang sekali Dinas Kesehatan maupun dinas yang berhubungan dengan lingkungan untuk memperhatikan warga.

“TPA tersebut sangat berdekatan dengan rumah warga. Oleh karena itu kami lebih mengutamakan pembersihan di pemukiman warga yang tinggal di sekitar TPA dibandingkan dengan membersihkan pantai. Masih sedikit sekali relawan yang pergi untuk membantu masyarakat di sana," terang Bayu, relawan TurunTangan Donggala.

"Kami berharap dengan kegiatan ini pemerintah maupun relawan lain juga dapat memperhatikan masyarakat di kawasan TPA karena kita ketahui bahwa sampah adalah sarang penyakit,” imbuhnya.

Dengan ini TurunTangan berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan sampah yang berada di sekitar mereka dan mengajak untuk selalu peduli dengan kebersihan.

ARTIKEL LAINNYA