Farah.ID
Farah.ID

Curah Hujan Ekstrem, Kemenag Ajak Seluruh Pegiat Zakat Bantu Korban Bencana

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 22 Februari 2021, 07:18 WIB
Curah Hujan Ekstrem, Kemenag Ajak Seluruh Pegiat Zakat Bantu Korban Bencana
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor/Net
Setiap orang yang sedang dilanda musibah atau terkena bencana, tidak bisa dikatakan sejahtera. Maka, penyintas bencana wajib menerima manfaat zakat. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor mengatakan hal itu dan menyerukan kepada seluruh pegiat zakat untuk membantu korban banjir.

“Kemenag yang memiliki peran pembina bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) mengajak secara sinergis dan kolaboratif untuk terjun langsung dalam membantu sesama,” kata Tarmizi, dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/2).

Dalam UU No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, Pasal 3, disebutan bahwa manfaat zakat adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

“Orang yang terkena bencana tidak bisa disebut sejahtera. Oleh karena itu penyintas bencana wajib menerima manfaat zakat,” jelasnya.

Ia berharap zakat, infaq, dan sedekah dapat menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat yang  terdampak.
, dan menambahkan bahwa pendistribusian zakat pada bidang kemanusiaan dapat diberikan dalam bentuk penanganan korban bencana alam, korban kecelakaan, korban penganiayaan, dan korban tragedi kemanusiaan lainnya.

Sejak awal 2021, beberapa wilayah di Indonesia mengalami musibah banjit yang disebabkan tingginya curah hujan. Ratusan rumah warga di beberapa daerah tergenang air, sehingga penghuninya harus dievakuasi ke pengungsian.

Di Jakarta sendiri, beberapa titik mengalami banjir yang cukup parah. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah DKI Jakarta masih berpotensi hujan dengan intensitas lebat hingga 25 Februari 2021. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat terjadi. 
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA