Pemkot Semarang Gerak Cepat Lakukan Perbaikan Pasca Bencana

Rapat koordinasi tim tanggap bencana Kota Semarang/Ist

  Penanganan pasca bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung di Kota Semarang sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Terkait kerusakan rumah akibat puting beliung, tanah longsor dan banjir, pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang sudah mulai melakukan perbaikan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Semarang ada sekitar 27 titik longsor, ada talud, rumah dan jalan permukiman. Namun memang yang kebanyakan adalah berupa talud yang ambles.

"Kemarin kita sudah lakukan perbaikan beberapa titik di Rowosari, saat ini sudah ada beberapa rumah yang mulai kita kerjakan," kata Ali dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Rabu, (17/2)

Ali mengatakan, untuk prioritas perbaikan yang dilakukan adalah daerah Rowosari, karena kerusakannya terbilang cukup parah.

"Tapi kebetulan saat kita melakukan survei, termasuk di kelurahan Trimulyo, Genuk itu kerusakan terbesar terjadi di Rowosari. Sehingga kita prioritaskan perbaikannya di Rowosari terlebih dulu," jelasnya.

Usai perbaikan di Rowosari, Ali menyebutkan, akan melakukan perbaikan secara bertahap di daerah Mlatibaru, Mlatiharjo dan Rejomulyo. Setelah itu baru bergeser ke daerah lainnya terdampak bencana.

"Selain rumah rusak karena terkena banjir dan longsor, juga diterjang angin Puting beliung, yaitu di Kelurahan Kebonharjo, Semarang Utara," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang dalam membentuk tim khusus darurat bencana.

"Hari ini kita rapat dengan disperkim untuk tindak lanjut musibah di Semarang sejak tanggal 6 Februari lalu, kami apresiasi pada Pemkot Semarang dan Dewan karena kemarin kita semua bergerak bersama dan kali ini kita menanyakan tindak lanjut kinerja mereka," jelas Danur.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan Kota Semarang Darurat Bencana sejak adanya bencana banjir, tanah longsor serta puting beliung dan segera setelah itu membentuk tim khusus untuk menangani bencana dengan di kawal tiga Dinas yakni Disperkim, DPU dan BPBD.

Dengan adanya tim khusus ini, DPRD Kota Semarang memberikan apresiasi dan mendorong Pemerintah untuk menyelesaikan penanganan pasca banjir secara cepat.

"Pak wali membentuk banyak tim yang di gawangi tiga dinas yakni Disperkim, DPU dan BPBD, untuk yang skala besar ditangani oleh BPBD, terkait perumahan itu ditangani Disperkim, sedangkan untuk jalan dan talud sungai ada di DPU," tambahnya.

Dengan pembagian tim ini, dewan mendorong supaya ketiganya bisa berkolaborasi. Sehingga BPBD hanya tinggal menunggu hasil perhitungannya, karena anggaran yang digunakan dari BPBD berupa BTT (Belanja Tidak Terduga) senilai Rp 50 miliar yang dibagi dengan alokasi dana untuk penanganan Covid-19.

Nantinya saat ada musibah semua tim akan survei bersama dan dari Disperkim yang akan menghitung setelah itu hasilnya akan diserahkan kepada BPBD untuk diolah.

"Ini adalah langkah yang luar biasa, tapi kami meminta semua dinas bergerak bersama dan tidak saling menunggu," pungkas Danur.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Milad Ke-19, PKS Jatim Berbagai Kebahagiaan Dengan Anak Yatim Dan Dhuafa
Nusantara

Milad Ke-19, PKS Jatim Berba..

20 April 2021 22:52
Diperpanjang Satu Bulan, Provinsi Banten Terapkan PSBB Sampai Lebaran
Nusantara

Diperpanjang Satu Bulan, Pro..

20 April 2021 22:29
Larang Warga Mudik, Doni Monardo: Punya Dokumen Swab Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19
Nusantara

Larang Warga Mudik, Doni Mon..

20 April 2021 22:20
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wahidin Halim Perpanjang PSBB Hingga 18 Mei
Nusantara

Kasus Covid-19 Masih Tinggi,..

20 April 2021 21:49
Distop BPOM, Vaksin Nusantara Kini Berganti Penelitian Berbasis Sel Dendritik
Nusantara

Distop BPOM, Vaksin Nusantar..

20 April 2021 21:19
Anggota Kopassus Dikroyok Depan Bar, KSAD: Ngapain Di Situ?
Nusantara

Anggota Kopassus Dikroyok De..

20 April 2021 20:30
Peringati Hari Konsumen Nasional, Wapres: Pilihlah Produk Halal Untuk Mendorong Indonesia Menjadi Produsen Halal Dunia
Nusantara

Peringati Hari Konsumen Nasi..

20 April 2021 20:08
Pengacara Yang Ingin Robohkan Tenda Putih TVM Mantan Napi Kasus Penipuan
Nusantara

Pengacara Yang Ingin Robohka..

20 April 2021 19:46