Bertambah 81 Ribu, Penduduk Miskin Di Banten Tembus 857 Ribu Orang

Kehidupan di bantaran rel kereta api/Net

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat angka kemiskinan di Banten mengalami peningkatakan 0,71 persen atau bertambah sebanyak 81,65 ribu orang, dari 775,99 ribu orang penduduk miskin pada Maret 2020 kini menjadi 857,64 ribu orang pada September 2020.

Kepala BPS Banten, Adhi Wiriana mengatakan, berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas) yang dilakukan BPS dalam setahun dua kali yaitu pada Maret dan September 2020, didapati angka kemiskinan ini adalah kondisi di mana sudah terjadi pandemi covid-19.

"Dan kita lihat kemiskinan di Banten pada September 2020 naik sekitar 0,71 point dari 775,9 ribu orang penduduk miskin, di bulan september 2020 menjadi 857,64 ribu orang, atau secara presentasi terhadap penduduk Banten pada Maret 2020 terdampak pandemi hanya 52 persen di september lebih dalam lagi yaitu 6,63 persen," ujar Adhi Wiriana dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Senin (15/2).

Adhi menyebutkan, pada 5 Februari 2021 BPS sudah merilis tingkat pertumbuhan ekonomi Banten maupun nasional. Dan ternyata pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020 terkontraksi -2,19 persen.

Untuk provinsi Banten sendiri relatif lebih dalam karena pertumbuhan ekonomi provinsi banten pada 2020 terkontrkasi 3,38 persen atau turun lebib dalam -3,38 persen. Sehingga berdampak banyak kepada angka kemsikinan pada 2020.

"Kita ketahui ternyata terjadi peningkatakan angka kemiskinan dan ini patut diduga karena memang ini salah satu dampak dari merebaknya pandemi corona," katanya.

Adhi beralasan faktor merosotnya ekonomi diakibatkan ketika diterapkan kebijakan PSBB bahkan paling parah itu terjadi pada bulan Juni-Juli 2020. ketika itu terjadi pembatasan skala besar aktivitas masyarakat termasuk pasar dan sebagainya.

Apalagi jelas Adhi, ketika kondisi kemiskinan 2020 dibanding dengan September 2019 pada saat itu belum terjadi covid-19 ternyata kenaikan justri lebih dalam lagi, pandemi melahirkan penduduk miskin sekitar 1,69 persen.

"Jadi, sebetulnya Covid-19 itu dari 2019 ke 2020 terjadi peningkatan penduduk miskin sekitar 1,69 persen. Dan ini lebih tinggi dibandingkan kondisi nasional. Karena nasional hanya naik sekitar 0,97 persen," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Terus Ingatkan Warga Untuk Tidak Mudik, Wagub DKI: Tempat Terbaik Ada Di Rumah
Nusantara

Terus Ingatkan Warga Untuk T..

12 April 2021 12:08
Tanggamus 3 Kali Berguncang, BMKG Minta Warga Waspadai Gempa Susulan
Nusantara

Tanggamus 3 Kali Berguncang,..

12 April 2021 11:31
Dukung Kebijakan Larangan Mudik, Pemuda Muhammadiyah Jabar Ingatkan Masyarakat Tidak Nekat
Nusantara

Dukung Kebijakan Larangan Mu..

12 April 2021 09:49
Mulai Hari Ini, Nama Tol Layang Japek Jadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed
Nusantara

Mulai Hari Ini, Nama Tol Lay..

12 April 2021 09:01
BAZNAS DKI Lepas Duta Imam Tarawih Ke Masjid-masjid Di Jakarta
Nusantara

BAZNAS DKI Lepas Duta Imam T..

12 April 2021 04:38
Paska Gempa Malang, TNI Kerahkan 700 Pasukan
Nusantara

Paska Gempa Malang, TNI Kera..

12 April 2021 04:00
Pasca Gempa 6,1 M, Khofifah Minta Masyarakat Jatim Waspadai Ancaman Bencana Lain
Nusantara

Pasca Gempa 6,1 M, Khofifah ..

12 April 2021 02:45
Rukyatul Hilal Digelar Besok, Diprediksi Sudah 3 Derajat
Nusantara

Rukyatul Hilal Digelar Besok..

11 April 2021 22:48