Begini Cerita Kerja Keras Anies Tangani Covid-19 Di Ibukota

Gubernur DKI Jakarta saat kunjungi salah satu RS di Jakarta/RMOLJakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan segala kemampuannya dalam menangani pandemi Covid-19 yang melanda sejak bulan Maret 2020 lalu.

Melalui unggahannya di jejaring media sosial, Kamis (28/1), Gubernur DKI Anies Baswedan membeberkan kerja keras pihaknya dalam menangani sebaran virus ini.

Anies menjelaskan, setidaknya ada tiga unsur yang diupayakan betul oleh Pemprov DKI.

Pertama Rumah Sakit (RS), kedua kemampuan testing, dan ketiga unsur tenaga kesehatan.

Menurut Anies, hari ini di Jakarta telah ada 101 RS rujukan Covid-19. Jumlah ini bertambah berkali lipat jika dibandingkan dengan awal pandemi yang hanya ada 8 RS.

"Sejak awal pandemi kita telah mengantisipasi dengan meningkatkan kapasitas dari fasilitas kesehatan yang sudah ada," ujar Anies, Kamis, seperti Kantor Berita RMOLJakarta (28/1).

Salah satu fasilitas kesehatan yang ditingkatkan adalah RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur.

Anies menyebutkan, dulunya RS ini adalah Puskesmas yang ditingkatkan menjadi RSUD tipe D dan mengalami renovasi pada akhir 2018.

Lebih jauh, Anies menyebut saat ini 63 persen kapasitas RSUD milik Pemprov DKI telah dikonversi menjadi penanganan khusus Covid-19.

Tak hanya itu, Pemprov juga mendorong RS swasta untuk melakukan konversi yang sama sehingga penanganan Covid-19 bisa lebih optimal.

Disebutkan Anies, unsur kedua adalah kapasitas testing.

Kemampuan testing di DKI Jakarta kata Anies telah mencapai 135.000 orang per minggu. Angka ini diketahui 12 kali lebih tinggi dari standar WHO.

Tak hanya itu, testing di Jakarta sebagian besarnya diperuntukkan kepada orang bergejala, orang bergejala dengan ISPA berat dan kontak erat atau contact tracing.

"Peningkatan kapasitas testing juga diiringi dengan peningkatan tenaga contact tracing. Tahun lalu kota telah merekrut 1545 tenaga contact tracing," tandas Anies.

Unsur ketiga yang diupayakan Pemprov DKI adalah tenaga kesehatan. Anies memastikan, pihaknya terus meningkatkan tenaga kesehatan profesional.

Meski demikian, Anies menyadari bahwa penambagan tenaga kesehatan ini memerlukan waktu dan ada batasannya.

Sehingga, menekan penyebaran Covid-19 paling memungkinkan adalah disiplin protokol kesehatan.

"Laju penularan Covid-19 harus terus ditekan. Ini hanya bisa dilakukan bersama-sama melalui disiplin 3M, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan," pungkas Anies.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Usai Ungkap 7 Kasus Besar, BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba
Nusantara

Usai Ungkap 7 Kasus Besar, B..

25 Februari 2021 01:31
Karena Dana Bagi Hasil Pajak, Pegawa Non ASN Pemkab Serang Tidak Gajian
Nusantara

Karena Dana Bagi Hasil Pajak..

25 Februari 2021 01:08
JMSI Sumut Lolos Verifikasi Faktual Dewan Pers
Nusantara

JMSI Sumut Lolos Verifikasi ..

24 Februari 2021 23:28
Tekan Curah Hujan Jabodetabek, TNI AU Dan BPPT Modifikasi Cuaca
Nusantara

Tekan Curah Hujan Jabodetabe..

24 Februari 2021 21:18
Ganjar Minta Anggaran Rp 3,19 T Untuk Banjir Pantura Dan Jadi Prioritas Nasional
Nusantara

Ganjar Minta Anggaran Rp 3,1..

24 Februari 2021 20:47
Bikin Akun Tiktok, Wagub DKI: Bukan Untuk Joget-joget
Nusantara

Bikin Akun Tiktok, Wagub DKI..

24 Februari 2021 18:41
Donorkan Darahnya Di PMI, Sylviana Murni: Setetes Darah Kita Sangat Berharga Bagi Yang Membutuhkan
Nusantara

Donorkan Darahnya Di PMI, Sy..

24 Februari 2021 17:14
15 Mobil Warga 'Kampung Miliarder' Masuk Bengkel, Mayoritas Baret Di Bagian Depan Dan Samping
Nusantara

15 Mobil Warga 'Kampung Mili..

24 Februari 2021 16:57